MEDAN — Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara memastikan pihaknya masih berjibaku memulihkan distribusi air bersih pasca-blackout listrik yang melanda hampir seluruh Pulau Sumatera. Gangguan ini terjadi setelah pemadaman total berlangsung hingga 12 jam pada Jumat (22/5/2026) lalu, mempengaruhi sistem perpipaan di sejumlah instalasi pengolahan air.
Air Keruh Mengalir ke Pelanggan, Ini Penyebabnya
Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang ekstrem menyebabkan turbulensi pada distribusi air di dalam pipa. Akibatnya, ketika aliran listrik kembali hidup, air yang keluar dari keran pelanggan menjadi keruh.
“Kami tetap berupaya agar distribusi air bersih tetap berjalan normal,” kata Ardian melalui sambungan telepon, Minggu (24/5/2026). Permasalahan ini terutama terjadi di pipa-pipa yang terhubung dengan Instalasi Pengolahan Air (IPA) seperti IPA Sunggal, Deli Tua, Limau Manis, Hamparan Perak, Martubung, dan Mebidang.
Genset Bekerja Ekstra, Mesin Pompa Terdampak
Selain air keruh, blackout juga berdampak pada peralatan teknis perusahaan. Ardian menyebutkan bahwa mesin pompa di instalasi pengolahan air minum (IPAM) yang menggunakan genset harus bekerja ekstra akibat pasokan listrik yang tidak stabil—sering hidup dan mati. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu sistem kelistrikan pada mesin pompa itu sendiri.
Atas nama manajemen, Ardian memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Kami dan para petugas di lapangan terus berjibaku agar air berjalan normal,” tegasnya.
Langkah Penanganan: Wash Out Digelar di Sejumlah Titik
Untuk mengatasi air keruh yang mengalir ke rumah warga, Tirtanadi telah menginstruksikan seluruh kepala cabang untuk membuka Wash Out (WO) di berbagai titik. Prosedur ini bertujuan membuang air kotor akibat turbulensi sehingga air bersih di dalam pipa bisa kembali normal.
Dewan Pengawas Beri Dukungan ke Petugas Lapangan
Dukungan datang dari Dewan Pengawas Tirtanadi, Andi Atmoko Panggabean, yang menyemangati manajemen dan petugas yang bekerja siang malam sejak blackout terjadi. Ia berharap seluruh pegawai yang terkait dapat bekerja secara maksimal dan penuh semangat.
“Semoga hal ini cepat pulih dan masyarakat pelanggan dapat kembali menikmati air bersih,” kata Andi Atmoko Panggabean.