MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Christin Mori, menyebutkan kondisi cuaca ini diprediksi berlangsung hingga awal Juni 2026.
Pemicu Cuaca Ekstrem: Gelombang Atmosfer dan Pusaran Angin
Christin menjelaskan bahwa cuaca di Sumut masih dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer. Fenomena ini mendukung proses pembentukan awan hujan. Selain itu, sirkulasi siklonik atau pusaran angin yang terpantau di Samudra Hindia, sebelah barat Sumatera, turut membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin.
Kondisi ini meliputi wilayah pegunungan hingga pesisir pantai barat Sumatera Utara. "Labilitas atmosfer yang cukup kuat, ditambah kelembaban udara tinggi, ikut mendukung aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan," ujar Christin di Medan, Senin (25/5).
Hujan Sore hingga Malam Hari, 18 Daerah Jadi Catatan
BMKG memprediksi hujan akan turun dengan intensitas ringan hingga lebat. Fenomena ini diperkirakan terjadi terutama pada sore hingga malam hari. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi ini meliputi Deli Serdang, Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Samosir, Simalungun, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Kabupaten Nias, dan Nias Selatan.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
BMKG mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan di daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian serius dalam perencanaan aktivitas sehari-hari.
Sektor transportasi, pariwisata, pertanian, dan kegiatan masyarakat lainnya diminta untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem ini. "Cuaca di wilayah Sumatera Utara secara umum didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga lebat," pungkas Christin.