Pencarian

Kabupaten Nias Utara Raih Apresiasi SPM Pendidikan 2025, Kadisdik Sebut Akses Internet dan Jalan Rusak Masih Jadi Kendala

Selasa, 26 Mei 2026 • 10:35:01 WIB
Kabupaten Nias Utara Raih Apresiasi SPM Pendidikan 2025, Kadisdik Sebut Akses Internet dan Jalan Rusak Masih Jadi Kendala
Kabupaten Nias Utara menerima penghargaan SPM Pendidikan 2025 dari Kemendikdasmen.

NIAS UTARA — Penghargaan SPM Pendidikan 2025 yang diterima Kabupaten Nias Utara bukan sekadar seremonial. Di balik apresiasi dari Kemendikdasmen itu, Kepala Dinas Pendidikan Meiterima Hulu mengakui masih ada pekerjaan rumah besar yang harus dituntaskan: akses internet yang tidak merata dan kondisi jalan menuju sejumlah sekolah yang rusak parah.

Penghargaan ini diberikan setelah Rapor Pendidikan 2025 menunjukkan peningkatan di beberapa indikator SPM. Meliputi ketersediaan guru sesuai kualifikasi, pemenuhan sarana prasarana sekolah, akses buku teks, serta peningkatan mutu pembelajaran dasar di tingkat SD dan SMP.

Apa Saja yang Sudah Membaik di Nias Utara?

Capaian yang diapresiasi oleh pemerintah pusat itu tidak datang tiba-tiba. Pemkab Nias Utara menggenjot beberapa program strategis sepanjang 2024-2025. Salah satunya adalah penempatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan tenaga pendidik tetap.

  • Program DAK Fisik untuk rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan mebeler.
  • Pelatihan guru melalui Platform Merdeka Mengajar untuk meningkatkan kompetensi pendidik.
  • Distribusi buku teks ke sekolah-sekolah di pelosok.

Mengapa Akses Internet dan Jalan Rusak Jadi Sorotan?

Meski capaian SPM naik, Kadisdik Meiterima Hulu terus terang soal kendala di lapangan. “Di daerah tertinggal, setiap kemajuan kecil butuh usaha besar,” ujarnya usai menerima penghargaan. Menurutnya, distribusi buku dan mobilitas guru kerap terhambat karena jalan ke beberapa sekolah masih rusak dan belum diaspal. Sementara itu, platform digital seperti Merdeka Mengajar belum bisa diakses optimal di wilayah tanpa sinyal internet.

Hal ini menjadi catatan penting bagi Pemkab Nias Utara. Tanpa perbaikan infrastruktur dasar, target pemenuhan 100% SPM pada 2026 dinilai bakal sulit tercapai.

Siapa yang Paling Terdampak dari Kondisi Ini?

Dampak paling langsung dirasakan oleh siswa dan guru di sekolah-sekolah yang berada di pedalaman. Guru yang ditempatkan di wilayah terpencil harus menempuh perjalanan berjam-jam dengan kondisi jalan berlumpur saat musim hujan. Siswa juga kesulitan mengakses materi pembelajaran tambahan secara daring.

Namun, Kadisdik menegaskan komitmen Pemkab untuk terus mengawal anggaran pendidikan agar tepat sasaran. “Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Ini jadi motivasi untuk mencapai 100% pemenuhan SPM pada 2026,” tambah Meiterima Hulu.

Bagaimana Hasil Rapor Pendidikan Digunakan?

Kemendikdasmen menyatakan bahwa apresiasi untuk daerah tertinggal diberikan untuk mendorong percepatan pemerataan mutu pendidikan. Data Rapor Pendidikan 2025 akan terus digunakan sebagai acuan perencanaan berbasis data di Nias Utara. Artinya, setiap keputusan anggaran dan program ke depan akan mengacu pada data riil di lapangan, bukan sekadar asumsi.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh satuan pendidikan di Nias Utara untuk mempertahankan dan meningkatkan layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal.

Apakah Target 100% SPM pada 2026 Realistis?

Dengan kondisi geografis Nias Utara yang berbukit dan tersebar, target tersebut sangat berat. Namun, kolaborasi antara Pemkab, Kemendikdasmen, dan program DAK Fisik menjadi modal utama. Kuncinya ada pada perbaikan akses jalan dan internet agar distribusi guru serta sarana belajar bisa berjalan lancar.

Bagikan
Sumber: 86news.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks