MEDAN — Prestasi ini tak hanya soal angka di atas kertas. Opini WTP ke-13 menempatkan Labuhanbatu Selatan di posisi terdepan dalam pengelolaan keuangan daerah di Sumatera Utara. Dari puluhan kabupaten/kota yang diperiksa, tak ada satu pun yang mampu menandingi konsistensi Labusel.
Empat Indikator Kunci di Balik Opini WTP
Paula Henry Simatupang menjelaskan, opini WTP diberikan berdasarkan empat indikator utama. Pertama, kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kedua, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Ketiga, efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). Keempat, kecukupan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan daerah.
Menurut Paula, Labusel juga dinilai memiliki komitmen tinggi selama proses audit sehingga seluruh tahapan berjalan lancar. "Ini bukan capaian instan, tapi hasil kerja sistematis," ujarnya di Auditorium BPK Perwakilan Sumut.
Bupati: Bukan Sekadar Prestasi Administratif
Bupati Fery Sahputra Simatupang tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyebut opini WTP ke-13 sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah membangun tata kelola yang bersih dan transparan.
"Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Labuhanbatu Selatan. WTP ke-13 bukan sekadar prestasi administratif, tetapi bukti konsistensi dan komitmen kami dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab," kata Fery dalam sambutannya.
Ia menegaskan, capaian ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang akuntabel adalah fondasi pembangunan daerah yang lebih maju.
Daerah Lain di Sumut Juga Terima LHP
Pada kesempatan yang sama, BPK RI Perwakilan Sumatera Utara juga menyerahkan LHP LKPD Tahun Anggaran 2025 kepada sejumlah daerah lain. Di antaranya Kabupaten Asahan, Karo, Deli Serdang, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, serta Kota Pematangsiantar. Namun, hanya Labusel yang mencatatkan rekor WTP 13 kali berturut-turut.