ASAHAN — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Asahan berlangsung khidmat. Peserta yang hadir berasal dari jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga tokoh adat dan masyarakat.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini dinilai relevan untuk menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
Rangkaian Upacara dan Amanat Nasional
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945. Amanat nasional dibacakan oleh Danlanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Agung Dwi Handoko Djoewari.
Dalam amanat Kepala BPIP yang dibacakan, ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa di tengah tantangan global. Nilai-nilai Pancasila disebut mampu menjaga Indonesia tetap kuat meskipun memiliki ribuan pulau, ratusan suku, serta keberagaman budaya dan agama.
Bupati: Bukan Sekadar Seremonial
Usai upacara, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengingatkan bahwa peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Ia mendorong seluruh masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, kita diingatkan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Taufik.
Gotong Royong Jadi Kunci Pembangunan Daerah
Bupati berharap semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia terus dipelihara. Menurutnya, dengan semangat kebersamaan, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan terjaganya kerukunan sosial.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti siaran langsung Upacara Nasional Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dari Gedung Pancasila Jakarta. Mereka juga menyaksikan pidato Presiden Republik Indonesia secara virtual di Aula Melati Kantor Bupati Asahan.