SUMATERA UTARA — Polisi Inggris mengonfirmasi bahwa hukuman penjara terhadap dua anggota Scattered Spider telah "melumpuhkan secara signifikan" aktivitas kelompok peretas paling produktif di negara itu. Owen Flowers (18) dan Thalha Jubair (20) mengaku bersalah atas peretasan terhadap Transport for London (TfL) pada awal tahun ini dan resmi dijatuhi hukuman pada Kamis (17/4/2025).
Kerugian Rp 585 Miliar dan Akses "Kunci Kerajaan"
Serangan siber yang terjadi pada musim panas 2024 itu membuat seluruh infrastruktur TfL kacau. Sistem tiket dan papan informasi kedatangan kereta real-time mati total. Gangguan berlangsung selama berminggu-minggu dan mempengaruhi jutaan penumpang.
Otoritas Inggris menyebut kerugian finansial akibat serangan ini mencapai £29 juta (sekitar Rp 585 miliar). Lebih mengkhawatirkan lagi, kedua peretas memiliki akses yang sangat dalam ke sistem TfL. Media The Guardian mengutip pernyataan penyidik bahwa Flowers dan Jubair "memegang kunci kerajaan" dan "bisa saja mematikan total seluruh sistem TfL kapan pun."
Modus Social Engineering: Targetnya Manusia, Bukan Sistem
Yang menarik, kelompok seperti Scattered Spider tidak menggunakan teknik peretasan canggih yang membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Sebaliknya, mereka mengeksploitasi kelemahan manusia. Modus social engineering—menipu karyawan agar memberikan akses login—menjadi senjata utama mereka.
FBI sebelumnya menuduh Jubair terlibat dalam serangan terhadap lebih dari 120 perusahaan menggunakan taktik serupa. Selain TfL, Scattered Spider juga bertanggung jawab atas peretasan terhadap raksasa kasino MGM, maskapai WestJet, dan perusahaan keamanan siber Okta. Serangan-serangan itu kemudian memberikan akses peretas ke data pelanggan perusahaan-perusahaan tersebut.
Dua Remaja, Satu Ancaman Besar
Paul Foster, kepala Unit Kejahatan Siber Nasional Badan Kejahatan Nasional Inggris, menegaskan bahwa vonis ini adalah pukulan besar. "Scattered Spider telah menjadi ancaman kejahatan siber paling signifikan bagi Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Melalui penyelidikan ini, kami telah mengganggu secara parah ancaman itu dan membawa para pelaku utama ke pengadilan," ujarnya.
Flowers dan Jubair ditangkap setahun setelah serangan terhadap TfL. Keduanya adalah contoh nyata bahwa peretas paling berbahaya saat ini bukanlah agen pemerintah dengan anggaran besar, melainkan anak muda cerdas yang termotivasi oleh uang dan popularitas di kalangan komunitas peretas bawah tanah.
Meski anggota kelompok peretas sering datang dan pergi, serta kelompok itu sendiri bisa berganti nama, otoritas Inggris yakin penjara bagi dua anggota kunci ini akan melemahkan Scattered Spider secara permanen.