KARO — Suasana di lokasi pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Jambur Baru, Desa Kuta Tengah, berubah menjadi lebih ceria saat personel Polwan Polres Karo bersama Bhayangkari hadir di tengah anak-anak pada Rabu (2/9/2026) malam. Kehadiran mereka disambut antusias, mengubah aktivitas pengungsian yang sebelumnya didominasi kegiatan orang dewasa menjadi ruang bermain dan interaksi positif bagi bocah-bocah yang mesti meninggalkan rumah.
Mengurangi Kecemasan Anak Korban Bencana
AKP Taruli Silalahi menjelaskan pendampingan psikologis ini dirancang khusus untuk meredam rasa takut dan kecemasan yang mungkin dialami anak-anak akibat bencana erupsi. Polri dan Bhayangkari berupaya menghadirkan rasa aman di tengah keterbatasan suasana pengungsian.
“Kita ingin anak-anak tetap ceria dan merasa aman meskipun saat ini berada di pengungsian,” ujarnya mengenai tujuan kegiatan tersebut.
Bermain dan Berinteraksi Bareng Polwan
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh keakraban itu, anak-anak terlihat antusias mengikuti berbagai interaksi bersama Polwan dan Bhayangkari. Aktivitas ini menjadi sarana bagi mereka untuk melupakan sejenak situasi darurat yang tengah berlangsung dan kembali menikmati masa kanak-kanak.
AKP Taruli menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi pengungsian bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kebutuhan psikologis warga, terutama anak-anak, tetap terpenuhi. “Kita ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada Polri, Bhayangkari dan seluruh pihak yang peduli serta siap membantu selama mereka berada di pengungsian,” katanya.
Pendampingan Berlanjut Hingga Kondisi Normal
Polres Karo berkomitmen melanjutkan pendampingan bagi masyarakat di lokasi pengungsian sesuai kebutuhan yang berkembang. Kegiatan trauma healing ini diharapkan mampu menjaga semangat anak-anak di tengah ketidakpastian kapan mereka dapat kembali ke rumah.
“Semoga anak-anak tetap sehat, ceria dan tidak kehilangan semangat. Kita berharap kondisi Gunung Sinabung segera kembali normal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkas AKP Taruli Silalahi.