KABANJAHE — Keramaian menyelimuti Lapangan Stadion Samura, Kabanjahe, Kabupaten Karo, saat penutupan Karo Merdeka Festival pada Minggu (30/8/2026). Ribuan warga dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara memenuhi kawasan stadion untuk menyaksikan rangkaian perlombaan yang berlangsung kompetitif.
Antusiasme itu terlihat sejak festival dibuka dua hari sebelumnya. Sorak-sorai penonton mengiringi setiap pertandingan. Meski persaingan berjalan ketat, para peserta tetap mengedepankan sportivitas.
Kompetisi Bukan Sekadar Kemenangan
Di sela penutupan, Gembira Ginting menegaskan bahwa kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Ajang ini menjadi sarana pembelajaran dan membangun sikap saling menghargai antarpeserta.
Menurutnya, suksesnya festival tidak lepas dari kerja sama panitia dengan jajaran Mada LMP Sumut. Kekompakan itu perlu dipertahankan untuk agenda serupa ke depan.
Ajakan Jauhi Narkoba untuk Generasi Muda
Ketua Mada LMP Sumut Rukun Sembiring menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dalam pidato penutupannya. Ia mengaku bangga melihat semangat para peserta yang tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan.
"Saya sangat bangga kepada adik-adik peserta yang begitu semangat mengikuti perlombaan. Tentunya orang tua para peserta juga bangga terhadap anak-anaknya," ujar Rukun.
Dia mengajak peserta terus mengembangkan bakat dan kemampuan. Festival semacam ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba.
Digelar Rutin Tiap Tahun
Karo Merdeka Festival berlangsung selama tiga hari, 28 hingga 30 Agustus 2026. Rangkaian acara mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memadati lokasi sejak awal.
Rukun Sembiring berkomitmen festival ini akan terus dilaksanakan setiap tahun. "Untuk ke depannya, Karo Merdeka Festival akan tetap kita laksanakan setiap tahunnya. Semoga ke depan kita bisa memberikan hadiah pembinaan yang lebih besar lagi," pungkasnya.