Pencarian

Semarak HUT ke-81 RI, PT Bukit Asam Buka Panggung Pameran Ornamen Adat dan Produk UMKM di Muara Enim

Kamis, 13 Agustus 2026 • 13:00:31 WIB
Semarak HUT ke-81 RI, PT Bukit Asam Buka Panggung Pameran Ornamen Adat dan Produk UMKM di Muara Enim
Pameran ornamen adat dan produk UMKM digelar PT Bukit Asam di area Creative Hub Gedung Utama PTBA, Muara Enim, dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

SUMATERA UTARA — Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan PTBA tahun ini tidak hanya diisi upacara dan kegiatan seremonial. Melalui Rumah BUMN Muara Enim, perusahaan pelat merah itu menggelar pameran yang mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan konsumen potensial, yakni para pegawai dan pengunjung di area Creative Hub Lantai 1 Gedung Utama (GUBA) PTBA.

Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari tanjak, songket, batik, selendang, aksesori adat, kerajinan rajut, produk olahan pangan, hingga tumbler khas lokal. Pameran ini berlangsung selama dua belas hari, dari 6 hingga 17 Agustus 2026.

Strategi UMKM Mendapat Respons Pasar Langsung

Micro & Small Enterprise Funding Section Head PTBA, Weny Yuliastuti, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang jualan. Ada fungsi riset pasar yang coba difasilitasi perusahaan bagi para perajin lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada insan PTBA. Selain menjadi sarana penjualan, pameran ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM memperoleh respons konsumen dan memahami kebutuhan pasar,” ujar Weny.

Dengan interaksi langsung ini, pelaku usaha bisa menangkap selera konsumen secara real-time. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi berharga untuk meningkatkan kualitas produk sebelum melebarkan sayap ke pasar yang lebih kompetitif.

Busana Nusantara untuk Upacara 17 Agustus

Pameran ini memiliki kaitan erat dengan momentum puncak peringatan kemerdekaan. Pada upacara 17 Agustus 2026 mendatang, pegawai PTBA diwajibkan mengenakan ornamen Nusantara sebagai bagian dari busana upacara.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, booth UMKM Ornamen Adat menyediakan berbagai perlengkapan seperti tanjak, selendang Kujur, songket, bros etnik, ikat kepala, dan aksesori adat lainnya. Dengan begitu, kebutuhan atribut upacara terpenuhi sekaligus menjadi pemasukan langsung bagi perajin lokal.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.

“Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri. Melalui Rumah BUMN, PTBA berupaya mempertemukan UMKM dengan pasar, sehingga produk lokal semakin dikenal dan memiliki peluang untuk berkembang,” ujar Eko.

Menjaga Tradisi, Menggerakkan Ekonomi

Pameran ini menegaskan bahwa pelestarian budaya dan penguatan ekonomi bisa berjalan beriringan. Ornamen adat seperti tanjak dan songket bukan hanya benda pusaka yang disimpan, melainkan komoditas bernilai ekonomi yang menghidupi perajinnya.

PTBA berharap ruang promosi semacam ini mampu memperluas peluang pemasaran bagi UMKM binaannya. Perusahaan juga mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi, baik dari sisi desain, kualitas, maupun kemasan produk.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis UMKM lokal dapat semakin berdaya saing sekaligus turut menggerakkan perekonomian daerah,” tutup Eko.

Langkah PTBA ini sejalan dengan fungsi Rumah BUMN sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang fokus pada pengembangan kapasitas usaha kecil. Melalui pendekatan yang menghubungkan budaya lokal dengan kebutuhan korporasi, pemberdayaan UMKM mendapat saluran yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lahatpos.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks