SUMATERA UTARA — Puncak Seruni Point, destinasi andalan untuk menikmati matahari terbit di Kabupaten Probolinggo, resmi ditutup total. Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyatakan keputusan ini diambil setelah lidah api kebakaran Gunung Bromo bergerak mendekati area wisata tersebut.
"Kondisi kebakaran di sekitar Gunung Bromo berpotensi kuat membahayakan keselamatan. Pergerakan api sudah mendekati kawasan Puncak Seruni Point, sehingga per Rabu malam seluruh aktivitas di sana resmi dihentikan sementara," tegas Ugas, Kamis (13/8/2026).
Ancaman Asap Pekat dan Api di Radius Berbahaya
Penutupan ini bukan sekadar prosedural. Pihak pemkab memblokir seluruh akses masuk dan melarang keras siapa pun menerobos kawasan tersebut. Ancaman utamanya adalah paparan asap pekat dan kobaran api yang pergerakannya disebut kian tak terkendali.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menjelaskan bahwa arah pergerakan titik api menjadi faktor penentu. "Keselamatan dan keamanan pengunjung adalah prioritas utama. Karena arah pergerakan titik api mengarah ke Seruni Point, tidak ada pilihan lain selain menutup total kawasan ini," ujarnya.
Volume Kunjungan Capai 2.000 Orang per Hari
Konsekuensi dari penutupan ini cukup besar bagi sektor pariwisata lokal. Puncak Seruni Point sempat menjadi tumpuan utama wisatawan setelah empat pintu masuk utama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) lebih dulu ditutup akibat karhutla yang sama.
Data Disporapar mencatat volume kunjungan di lokasi ini sempat menembus angka 2.000 orang per hari. Angka tersebut menunjukkan betapa vitalnya kawasan ini sebagai penggerak ekonomi warga sekitar, sekaligus alasan mengapa langkah penutupan menjadi keputusan darurat yang tidak bisa ditawar.
Fasilitas Beton Diyakini Aman, Barikade Langsung Dipasang
Meski api mendekat, belum ada laporan kerusakan pada fasilitas penunjang wisata di Puncak Seruni Point. Heri Mulyadi menyebut struktur bangunan yang mayoritas menggunakan material beton dinilai cukup tahan terhadap potensi kerusakan fisik akibat paparan panas.
Untuk mengantisipasi wisatawan yang belum mengetahui informasi ini, petugas gabungan langsung memasang portal, barikade, serta rambu larangan melintas di jalur utama menuju Puncak Seruni Point. "Kami minta seluruh wisatawan dan masyarakat mematuhi rambu-rambu yang ada. Jangan sekali-kali mencoba menerobos barikade demi keamanan bersama," tambah Heri.
Pembukaan Kembali Menunggu Api Padam Total
Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengimbau pelaku jasa wisata dan agen perjalanan untuk aktif menyebarluaskan informasi penutupan ini. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah wisatawan tetap berdatangan ke lokasi yang kini berstatus darurat.
Belum ada kepastian kapan kawasan ini akan dibuka kembali. "Pembukaan kembali Puncak Seruni Point baru akan dilakukan setelah api di kawasan TNBTS benar-benar padam dan area dinyatakan steril dari bahaya," pungkas Heri. Seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut berstatus dihentikan sementara hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.