SUMATERA UTARA — Jakarta – Desa Bulok di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, bakal menjadi lokasi uji coba kolaborasi dua holding BUMN. PTPN Group yang membawahi perkebunan nusantara dan InJourney Group yang menaungi sektor aviasi serta pariwisata akan mengerahkan relawan untuk membenahi desa yang memiliki potensi wisata Pantai Teluk Nipah tersebut.
Program yang berlangsung selama empat hari ini merupakan bagian dari gerakan nasional Relawan Bakti BUMN yang berjalan serentak di 11 titik lokasi di Indonesia. Di Lampung Selatan, pelaksanaannya melibatkan PTPN III (Persero), PTPN I sebagai subholding, PT Angkasa Pura Indonesia, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC).
Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa sinergi ini diarahkan untuk membangun Desa Bulok sebagai desa wisata yang berdaya dan lestari. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan selama beberapa hari.
"PTPN Group bersama InJourney Group ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan selama beberapa hari, tetapi menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan bersama masyarakat Desa Bulok agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial," ujar Denaldy dalam keterangan resminya, Jumat (14/8).
Pantai Teluk Nipah dan Tantangan yang Mengiringi
Pemilihan Desa Bulok bukan tanpa alasan. Kawasan Pantai Teluk Nipah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Namun, di balik potensi tersebut, desa ini masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar.
Pengelolaan lingkungan yang belum optimal, kapasitas UMKM yang masih lemah, layanan pariwisata yang perlu ditingkatkan, serta akses pendidikan yang terbatas menjadi pekerjaan rumah yang coba dijawab lewat program ini. BUMN yang terlibat memetakan kebutuhan tersebut ke dalam tiga klaster kegiatan.
Tiga Klaster: Dari Kebersihan Pantai hingga Digitalisasi UMKM
Klaster pertama berfokus pada kelestarian lingkungan dan infrastruktur. Relawan akan membersihkan pantai, membuat tempat sampah, memperbaiki rumah ibadah, dan menanam 810 bibit kelapa di area pesisir. Langkah ini diharapkan memperkuat daya tarik wisata sekaligus menjaga ekosistem pantai.
Klaster kedua menyasar pemberdayaan ekonomi. Pelatihan digitalisasi UMKM, pengelolaan media sosial, penyusunan keuangan usaha, dan peningkatan standar pelayanan bagi pengelola guest house menjadi materi utama. Sasaran program ini adalah pelaku usaha lokal yang selama ini bergantung pada kunjungan wisatawan ke Teluk Nipah.
Adapun klaster ketiga menyentuh layanan pendidikan dan sosial bagi masyarakat desa. Dengan total 12 kegiatan, program ini dirancang agar dampaknya terasa langsung oleh warga, tidak hanya bagi wisatawan yang berkunjung.
Kehadiran InJourney Group dalam program ini menjadi nilai tambah. Sebagai holding yang menaungi Angkasa Pura dan ITDC, mereka membawa pengalaman dalam pengelolaan destinasi dan konektivitas. Sementara PTPN Group menghadirkan kapasitas pemberdayaan masyarakat di daerah sekitar perkebunan.
Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi BUMN yang bisa direplikasi di daerah lain. Desa Bulok diposisikan sebagai percontohan bagaimana potensi wisata alam dapat dikelola bersama masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.