SUMATERA UTARA — Setelah sukses dengan M1 Ultra, xTool kembali merombak lini produk craft laser-nya lewat kehadiran M2. Mesin ini bukan sekadar pembaruan kecil, melainkan perubahan total yang menghilangkan opsi pisau potong dan pena dari generasi sebelumnya. Sebagai gantinya, xTool M2 menawarkan fleksibilitas lebih dengan tiga kepala alat yang bisa ditukar secara magnetis: dioda 10W, dioda 20W, dan kepala laser IR 2W, plus modul cetak CMYK.
Spesifikasi Utama xTool M2
Mesin ini hadir dengan luas area ukir 16,7 x 12,5 inci (425 x 318 mm), sementara area cetak CMYK-nya sedikit lebih kecil di 13,7 x 11,8 inci (348 x 300 mm). Berikut spesifikasi lengkapnya:
- Jenis Laser: Dioda 455nm dengan daya 10W atau 20W
- Modul Opsional: Kepala cetak CMYK, laser IR 2W
- Presisi: Akurasi posisi 0,01mm
- Kamera: Kamera ganda untuk preview dan auto-alignment, plus kamera deteksi api
- Konektivitas: USB-C dan Wi-Fi
- Dimensi: 24,4 x 20,5 x 9,8 inci, berat sekitar 22 pon
- Harga: Mulai US$599 (10W) dan US$999 (20W)
Fitur Unggulan: Kamera, Air Assist, dan Cetak CMYK Lebih Baik
Peningkatan paling terlihat ada pada sistem kamera. Terdapat satu kamera di tengah tutup untuk memindai seluruh area kerja, satu kamera tambahan di gantry untuk detail close-up, dan satu lagi di sudut khusus mendeteksi api. Sistem ini terintegrasi dengan software xTool Studio untuk fokus otomatis dan deteksi material—fitur yang bekerja optimal dengan material bermerek xTool yang memiliki QR code.
Fitur lain yang kini menjadi standar adalah air assist untuk laser dan kipas ekstraksi dengan pipa fleksibel. Kepala cetak baru juga hadir dengan tangki tinta hitam khusus, mengatasi kelemahan pendahulunya yang hanya menggunakan CMY. Hasilnya, output cetak memiliki kontras lebih baik dan mendekati kualitas printer inkjet modern.
Performa Nyata: Hasil Ukir dan Cetak
Pengujian pada kayu lapis birch 3mm menghasilkan gradasi shading yang baik bahkan pada kecepatan maksimal 600 mm/s—dua kali lipat dari batas M1 Ultra yang hanya 300 mm/s. Ukiran pada coaster batu tulis dan kartu nama aluminium juga tajam, meski pada pembesaran tinggi masih terlihat sedikit perbedaan ketajaman dibanding laser CO2 seperti xTool P3.
Untuk cetak CMYK, hasil pada kertas seni terlihat kurang kontras dibanding layar OLED, namun ini wajar karena tidak menggunakan kertas foto glossy. Menariknya, saat dibandingkan dengan cetak litografi komersial dari file yang sama, output M2 nyaris setara, hanya perlu sedikit penyesuaian level kegelapan untuk hasil optimal.
Proyek Hybrid dan Aksesori Rotary
Kemampuan hybrid—memadukan cetak, ukir, dan potong dalam satu alur kerja—berjalan mulus. Proyek puzzle dari foto liburan berhasil dieksekusi setelah pengguna mengatur urutan layer agar potongan bingkai luar dilakukan terakhir. Stiker kartun untuk anak juga tercetak rapi dengan hasil potongan presisi tanpa merusak kertas backing.
Aksesori RA3 Lite rotary accessory (US$259) memungkinkan ukir pada benda silindris seperti pot terakota. Proses pemasangannya sedikit rumit karena harus mengganti adapter kepala magnetis, dan kamera posisi tidak berfungsi dalam mode ini. Namun hasil ukiran pada permukaan keramik tetap memuaskan.
Harga dan Varian Bundel di Pasar Global
xTool menawarkan M2 dalam beberapa tingkatan bundel. Varian dasar 10W dibanderol US$599, sementara bundel "Color Print & Cut" seharga US$699 (normal US$749) sudah termasuk kepala cetak CMYK dan satu cartridge. Untuk paket Deluxe 10W, harganya US$939 (normal US$989). Setiap tier juga tersedia opsi laser 20W dengan selisih US$400 lebih mahal.
Bagi yang ingin upgrade terpisah, modul cetak CMYK dijual US$169, cartridge tambahan US$99, dan laser IR 3W diperkirakan US$499. Meski begitu, laser 20W direkomendasikan bagi yang sering memotong akrilik—mampu memotong hingga ketebalan 8mm dalam satu kali jalan, naik dari 3mm pada laser 10W.
Kesimpulan
xTool M2 adalah pilihan tepat bagi pengguna yang menginginkan satu mesin serba bisa untuk proyek kerajinan. Kombinasi cetak warna, ukir laser, dan potong dalam satu perangkat dengan harga masuk yang agresif menjadikannya nilai menarik dibanding membeli printer dan laser cutter terpisah. Namun, perlu diingat biaya tinta US$99 per cartridge dan potensi upgrade laser IR yang mahal sebelum memutuskan membeli.
Untuk pengguna di Indonesia, mesin ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi pelaku usaha kecil, kreator konten DIY, atau mereka yang serius menekuni hobi craft. Meski belum ada info resmi ketersediaan di pasar lokal, pembelian melalui platform internasional dengan jasa titip bisa menjadi opsi—dengan catatan memperhitungkan biaya ongkir, pajak impor, dan ketersediaan cartridge tinta jangka panjang.