Pencarian

PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke 512 Pelanggan di Kutim, Target 168 Desa Kaltimra Menyusul

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 19:32:01 WIB
PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke 512 Pelanggan di Kutim, Target 168 Desa Kaltimra Menyusul
Petugas PLN melakukan penyalaan perdana aliran listrik 24 jam di Desa Senambah dan Mulupan, Kutai Timur, Sabtu (29/8/2026).

SUMATERA UTARA — Dua desa di Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, akhirnya menikmati pasokan listrik sepanjang hari. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan jam operasi terbatas. Kini, aktivitas belajar anak-anak hingga usaha warga tidak lagi dibatasi waktu menyala lampu.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyambut baik penyalaan perdana ini. Ia menyebut momen tersebut sebagai titik penting pembangunan di Muara Bengkal.

"Kini masyarakat Senambah dan Mulupan sudah merdeka menikmati listrik selama 24 jam. Ini menjadi kabar baik dan momentum penting bagi pembangunan di Muara Bengkal," ujar Ardiansyah dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Rencana Besar di Balik 1.300 Kilometer Jaringan Baru

Keberhasilan di Senambah dan Mulupan hanyalah awal. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimra menyiapkan pembangunan 875,36 kilometer Jaringan Tegangan Menengah (JTM), 486,62 kilometer Jaringan Tegangan Rendah (JTR), dan 220 unit gardu distribusi untuk tahap berikutnya.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan membuka akses listrik bagi sekitar 9.885 calon pelanggan baru yang tersebar di 168 desa. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar soal panjang kabel atau jumlah tiang.

"Di balik setiap kilometer jaringan yang dibangun, ada masyarakat yang menantikan hadirnya listrik. Ada anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar, keluarga yang ingin menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa, dan desa yang memiliki potensi untuk berkembang," jelas Chaliq.

Medan Berat, tapi Bukan Penghalang

Membangun jaringan di Kalimantan tidak seperti di Jawa. Bentang wilayah yang luas, jarak antarpemukiman yang berjauhan, serta akses menuju lokasi yang sulit menjadi tantangan harian para pekerja lapangan. Mobilisasi material dan peralatan pun membutuhkan perencanaan ekstra.

Meski begitu, Chaliq menegaskan komitmen perseroan untuk terus bergerak. Ia mengakui pemerataan listrik tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci agar infrastruktur yang dibangun bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Kami menyadari bahwa pemerataan listrik tidak dapat dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat penting, baik dalam proses pembangunan maupun dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan," tambahnya.

Capaian Elektrifikasi Kaltim dan Kaltara

Upaya ini berjalan di tengah catatan elektrifikasi yang terus membaik. Hingga Juli 2026, rasio elektrifikasi PLN di Kalimantan Timur mencapai 95,87 persen dengan rasio desa berlistrik 93,06 persen. Sementara di Kalimantan Utara, rasio elektrifikasi PLN menyentuh 99,17 persen dengan rasio desa berlistrik 81,95 persen.

Angka itu menunjukkan masih ada pekerjaan rumah, terutama di sisi rasio desa berlistrik. Dari Senambah dan Mulupan, perjalanan PLN kini bergerak ke desa-desa lain. Setiap jaringan yang dibangun bukan hanya menghubungkan gardu dengan pelanggan, tetapi juga membuka akses bagi desa untuk tumbuh.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pusaranmedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks