PADANG LAWAS UTARA — Jembatan lama yang menghubungkan Desa Bolatan dengan Desa Situmbaga serta kawasan perkebunan di sekitarnya, termasuk Desa Sihopuk Baru, sudah tidak layak digunakan. Kondisi itu mendorong pemerintah membangun akses baru yang lebih aman bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari program inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang dieksekusi melalui jajaran TNI AD. Dengan adanya jembatan baru, akses masyarakat antar desa dan menuju area perkebunan diharapkan menjadi lebih lancar dan efisien.
Pengecatan Merah Putih dan Pemasangan Banner Jadi Pekerjaan Terakhir
Untuk mencapai target penyelesaian, tujuh personel TNI AD dikerahkan ke lokasi pada Jumat (4/9/2026). Mereka terdiri dari dua personel Kodim 0212/Tapanuli Selatan dan lima personel YonTP 901 Suhul Gading.
Sejumlah pekerjaan finalisasi dilakukan, antara lain pengecatan pagar dan lantai jembatan dengan cat berwarna merah putih, pembersihan area sekitar jembatan, hingga pemasangan plang atau banner sebagai identitas proyek. Selama pelaksanaan pekerjaan, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.
Kapendam: Akses Logistik dan Ekonomi Warga Bakal Meningkat
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan akses dasar masyarakat. Jembatan anyar ini dinilai krusial menggantikan fungsi jembatan lama yang sudah rapuh.
“Jembatan ini dibangun karena jembatan lama sudah tidak layak digunakan. Dengan adanya jembatan baru ini, diharapkan akses masyarakat antara Desa Bolatan, Desa Situmbaga, serta kawasan perkebunan di sekitarnya dapat menjadi lebih baik,” ujar Sandy dalam keterangannya.
Ia menambahkan, personel TNI AD terus bekerja hingga tahap penyelesaian akhir. “Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 85 persen. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat dan mendukung aktivitas masyarakat,” katanya.
Target Percepatan Penyelesaian Infrastruktur Desa
Pengerjaan yang terus dikebut ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan. Kehadiran jembatan gantung Bolatan diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya logistik bagi warga yang sehari-hari bergantung pada akses darat.
Dengan sisa progres sekitar 15 persen, personel gabungan TNI AD dipastikan akan terus mengerjakan tahap akhir proyek. Masyarakat setempat menantikan rampungnya jembatan ini agar aktivitas sehari-hari, terutama distribusi hasil perkebunan, dapat segera berjalan normal kembali. (ts04)