Hujan deras yang mengguyur Desa Jamali, Cianjur, pada Jumat sore telah memicu banjir bandang dengan ketinggian air melebihi 1,5 meter. Awalnya ketinggian air hanya 30 sentimeter, namun seiring waktu berjalan, volume air terus meningkat menjelang waktu magrib dengan arus yang sangat deras.
Kepala Desa Jamali Cece Rusmana menjelaskan, luapan sungai sudah dimulai sejak sore hari. "Awalnya ketinggian air hanya 30 centimeter. Tapi menjelang magrib, ketinggiannya terus naik," katanya pada Jumat (1/5).
Banjir yang berlangsung selama dua hari menyebabkan kerusakan signifikan di wilayah tersebut. Sebanyak 35 rumah terendam air, sementara satu rumah warga mengalami kerusakan parah hingga bagian belakangnya jebol akibat hantaman arus banjir yang kuat.
Total 60 keluarga harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian. Warga yang rumahnya rusak berat kehilangan sebagian besar barang berharga mereka yang terbawa arus air. "Barang berharganya habis terbawa banjir," ungkap Cece Rusmana.
Meskipun wilayah tersebut telah puluhan tahun aman dari banjir, peristiwa kali ini menjadi alarm bagi pemerintah desa. Cece Rusmana menduga penyebab utama adalah pendangkalan sungai di dekat pemukiman warga.
"Sebenarnya sudah puluhan tahun di sini aman dari banjir. Tapi kemarin dan hari ini terjadi banjir bandang. Penyebabnya sungai di dekat pemukiman mengalami pendangkalan," ujarnya.
Mengetahui peristiwa banjir, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi segera menerjunkan tim gabungan. Tim terdiri dari BPBD, Polres, TNI, PMI, dan relawan lokal untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi korban.
Saat air mulai surut, tim langsung memulai pembersihan material lumpur agar warga bisa segera menempati rumah mereka kembali. Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi juga menurunkan tim tenaga kesehatan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang terdampak.
"Tim Nakes langsung memeriksa kondisi kesehatan warga, karena ada yang mengeluhkan sakit dan dampak lain dari banjir. Jadi langsung ditangani agar tidak bertambah parah kondisi kesehatannya," kata Alexander.
Bantuan logistik juga disediakan untuk memastikan korban tidak kekurangan pangan selama proses pemulihan. Lebih jauh, Kapolres Cianjur berkomitmen untuk koordinasi dengan Pemkab Cianjur guna melakukan pengerukan sungai secara berkala.
"Diduga penyebabnya terjadi pendangkalan sungai, sehingga kami akan bersama-sama melakukan pengerukan, supaya sungai kembali normal ketika terjadi peningkatan volume saat hujan," ujar Alexander.
Ketua PMI Cianjur Ahmad Fikri menambahkan, relawan PMI telah diterjunkan untuk membantu pembersihan material lumpur di rumah-rumah yang terendam. Upaya ini dimaksudkan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal dan memulihkan keadaan rumah mereka.