PEMATANGSIANTAR — Samsung Electronics Indonesia resmi menghadirkan Galaxy S26 Ultra sebagai pilihan baru bagi pengguna di Pematangsiantar yang membutuhkan perangkat dokumentasi perjalanan mumpuni. Smartphone kelas atas ini membawa perubahan besar pada sistem optik dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam dibandingkan seri pendahulunya.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi pada perangkat ini difokuskan pada fungsionalitas pengguna dalam aktivitas sehari-hari. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan resmi di Sapa, Vietnam, Sabtu (9/5/2026).
“Melalui Galaxy S26 Ultra, kami ingin memastikan AI tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi bekerja secara cerdas dan effortless untuk membantu pengguna,” ujar Ilham.
Salah satu pembaruan yang menonjol adalah kehadiran Circle to Search 3.0. Fitur ini kini memiliki kemampuan Scroll and Translate yang dirancang khusus untuk mempermudah wisatawan saat berada di luar negeri atau menghadapi teks dalam bahasa asing.
Pengguna dapat menerjemahkan teks langsung dari layar atau gambar tanpa perlu repot berpindah aplikasi. Di lapangan, teknologi ini membantu traveler memahami menu makanan, membaca informasi di lokasi wisata, hingga mencari rekomendasi pakaian hanya dengan mengarahkan kamera ke objek tertentu.
Pada sektor perangkat keras, Galaxy S26 Ultra mengandalkan kamera utama 200MP dengan aperture f/1.4. Spesifikasi ini merupakan peningkatan dari seri sebelumnya yang menggunakan buatan lensa f/1.7. Dalam teknis fotografi, bukaan lensa yang lebih besar memungkinkan sensor menyerap lebih banyak cahaya.
Travel content creator, Andy Garcia, yang telah menggunakan Galaxy S24 Ultra dan Galaxy S25 Ultra, merasakan perbedaan signifikan saat memotret di lokasi dengan pencahayaan terbatas. Menurutnya, kombinasi aperture besar dan stabilisasi yang matang sangat membantu mobilitasnya saat traveling.
“Perbedaan f/1.7 ke f/1.4 sangat terasa, terutama saat mengambil gambar di kondisi yang tidak bisa diulang,” kata Andy. Ia menambahkan bahwa kemampuan low-light menjadi krusial karena banyak momen estetis justru muncul pada malam hari.
Untuk kebutuhan videografi, Samsung menyematkan fitur Horizontal Lock. Teknologi ini mengandalkan kerja sama antara accelerometer, gyroscope, dan Optical Image Stabilization (OIS). Hasilnya, posisi horizon pada video tetap lurus dan stabil meskipun perekaman dilakukan sambil bergerak aktif.
“Fitur ini membuat proses shooting lebih praktis. Saya bisa fokus pada momen tanpa khawatir video goyang,” ujar Andy Garcia. Penggunaan gimbal tambahan kini tidak lagi menjadi kewajiban bagi para kreator konten lapangan.
Selain itu, dukungan format Samsung LOG memberikan ruang lebih luas bagi pengguna untuk melakukan color grading. Samsung menyediakan empat preset LUT langsung di dalam kamera, sehingga karakter visual video dapat dipantau secara real-time sebelum masuk ke tahap penyuntingan akhir.
“Preset LUT-nya sangat menghemat waktu karena saya bisa langsung melihat karakter visual video yang diinginkan,” ucap Andy.
Bagi masyarakat di Pematangsiantar yang berminat, perangkat ini tersedia dalam tiga varian kapasitas memori. Berikut adalah rincian harga resminya:
Peningkatan pada sisi aperture, stabilisasi, serta fleksibilitas pengolahan warna menjadi alasan utama mengapa seri terbaru ini dinilai lebih unggul bagi para pegiat fotografi perjalanan dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.