Bulog Sumut Siapkan Stok Beras 64.170 Ton Jelang Idul Adha

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 11 Mei 2026 | 15:23:52 WIB
Bulog Sumut menyiapkan stok beras 64.170 ton menjelang Idul Adha.

MEDAN — Kepala Kanwil Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto menyatakan stok beras di gudang saat ini mencapai 64.170 ton. Jumlah itu mencakup kebutuhan bantuan pangan pemerintah dan beras SPHP yang biasanya melonjak jelang hari raya.

“Stok tersebut masih bisa ditambah dari pusat jika dirasa kurang,” ujar Budi di Medan, Senin.

Penyerapan Gabah Petani Capai 26.000 Ton

Bulog Sumut terus menyerap hasil panen petani guna menjaga ketahanan pasokan. Realisasi penyerapan gabah dari petani di provinsi itu mencapai 26.000 ton, setara dengan 12.967 ton beras.

Penyerapan terbesar berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Simalungun, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tapanuli Selatan. Budi mengimbau petani di daerah tersebut segera memanen padi begitu usia tanam optimal.

Harga Gabah Kering di Tingkat Petani

Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram dalam kemasan karung. Sementara itu, harga gabah kering giling yang dikirim langsung ke penggilingan mencapai Rp6.700 per kilogram.

Budi mengatakan harga itu diharapkan menjadi insentif bagi petani agar tidak menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga lebih rendah. “Kami terus menyerap gabah di tingkat petani untuk menambah cadangan pangan di Sumut,” kata dia.

Kesiapan Hadapi Lonjakan Permintaan Idul Adha

Idul Adha biasanya memicu kenaikan konsumsi beras rumah tangga, terutama di wilayah perkotaan seperti Medan dan sekitarnya. Dengan stok 64.170 ton, Bulog Sumut optimistis tidak terjadi kelangkaan atau lonjakan harga signifikan.

Program SPHP menjadi andalan untuk menjaga harga beras tetap terjangkau di pasar tradisional dan ritel modern. Bulog juga menyiagakan distribusi ke daerah dengan akses logistik terbatas, seperti kawasan pesisir dan kepulauan di Sumut.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top