Hujan Lebat Masih Mengancam 23 Wilayah di Sumut Sepekan ke Depan, BMKG Ungkap Pemicunya

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 15:10:42 WIB
Hujan lebat masih mengancam 23 wilayah di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan.

MEDAN — Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di Samudra Hindia menjadi salah satu pemicu utama tingginya curah hujan di Sumatera Utara. Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan MJO yang berada pada fase 3 meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah Sumut.

“Salah satu faktor utamanya yakni aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 3 atau wilayah Samudra Hindia (Indian Ocean). Kondisi ini meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di Sumut,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Atmosfer Labil dan Pertemuan Angin Memperkuat Hujan

Selain MJO, pemanasan udara di permukaan pada siang hari membuat atmosfer menjadi labil. Proses ini memicu pengangkatan massa udara ke atas yang berpotensi menimbulkan hujan. BMKG juga mencatat adanya daerah pertemuan dan belokan angin, atau konvergensi dan konfluensi, yang memanjang dari pantai barat, pantai timur, hingga pegunungan Sumatera Utara.

“Kondisi ini turut memperkuat pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari terakhir,” jelas Hendro.

Data Curah Hujan: 149 Milimeter di Langkat, 105 Milimeter di Sergai

Dalam sepekan terakhir, sejumlah wilayah mencatat curah hujan ekstrem. Pada 7 Mei 2026, hujan lebat terjadi di ARG Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, dengan curah hujan mencapai 82,3 milimeter, serta ARG Merek, Kabupaten Karo, sebesar 66,6 milimeter. Pada 8 Mei 2026, Stasiun BBMKG Wilayah I Medan mencatat 66 milimeter.

Puncaknya pada 10 Mei 2026, hujan sangat lebat mengguyur Pos Hujan Kwala Nibung, Kabupaten Langkat, dengan curah hujan mencapai 149 milimeter. Pos Hujan Kebun Pabatu di Kabupaten Serdangbedagai mencatat 105 milimeter, Pos Hujan Kebun Rambutan di Kota Tebing Tinggi 67 milimeter, dan AAWS Batubara 64,8 milimeter.

23 Wilayah Wajib Waspada, Termasuk Medan dan Deli Serdang

BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan di 23 kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga sangat lebat meliputi Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Karo, Pakpak Bharat, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara.

“Kemudian Simalungun, Toba, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, hingga Mandailing Natal,” papar Hendro.

Cuaca Ekstrem Disertai Petir dan Angin Kencang

Hendro mengimbau warga untuk waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Hujan lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang yang bisa memicu banjir atau pohon tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui kanal-kanal informasi BMKG,” tutupnya.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: disrupsi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top