NIAS UTARA — Pencarian selama dua hari terhadap seorang siswi di Kecamatan Alasa Talumuzoi berakhir tragis. Ajz (17) ditemukan sudah tidak bernyawa di aliran sungai kecil yang berada di tengah perkebunan warga, Jumat (15/5) sekitar pukul 17.30 WIB.
Plt Kasi Humas Polres Nias, Aipda Aris Gulo, membenarkan bahwa korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya. "Iya, sempat dilaporkan hilang," katanya saat dikonfirmasi, Senin (18/5).
Keluarga mulai cemas setelah Ajz tak kunjung pulang ke rumah sejak Rabu (13/5). Namun, laporan resmi ke Polsek Alasa baru disampaikan pada Jumat, bertepatan dengan hari ditemukannya jasad korban.
Selama dua hari, keluarga bersama warga melakukan pencarian ke sejumlah titik. Upaya itu membuahkan hasil ketika jasad Ajz akhirnya ditemukan di sungai kecil di Dusun IV, Desa Hilina'a.
Petugas yang tiba di lokasi juga menemukan barang-barang milik korban. "Di lokasi, petugas juga menemukan barang-barang korban, seperti tas, baju sekolah, dan sepatu," jelas Aris.
Jasad korban pertama kali dievakuasi ke Puskesmas Alasa Talumuzoi untuk pemeriksaan luar atau Visum Et Repertum (VER). Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Proses autopsi baru rampung pada Minggu (17/5).
Hingga saat ini, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian siswi tersebut. Apakah murni kecelakaan atau ada unsur pidana, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.
"Masih penyelidikan (penyebab kematian). Kemarin baru selesai autopsi untuk menentukan apa dugaannya (kematian), nanti perkembangannya kita sampaikan," pungkas Aris.
Penemuan barang-barang korban yang masih utuh di lokasi kejadian menimbulkan spekulasi di kalangan warga. Namun, pihak kepolisian meminta publik bersabar menunggu hasil autopsi yang akan menjadi dasar hukum penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Hilina'a. Ajz disebut-sebut sebagai siswi yang aktif dan dikenal baik oleh tetangganya.