BINJAI — Direktur Eksekutif LSM P3H Sumut, Muhammad Jaspen, mengungkapkan data tersebut usai melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Baznas Kota Binjai, Selasa (19/5/2026). Ia menyebut angka potensi itu berdasarkan laporan internal Baznas.
“Ternyata potensi zakat di Kota Binjai itu sebagaimana laporan dari Baznas mencapai Rp6 miliar. Namun berdasarkan data yang masuk sepanjang tahun 2025, realisasinya baru sekitar Rp2,6 miliar lebih,” ujar Jaspen.
Wakil Ketua II Baznas Kota Binjai, Ahmad Khairul Badri, membenarkan capaian tersebut masih jauh dari potensi yang ada. Ia menyebut pengumpulan zakat melalui Kementerian Agama Kota Binjai dan infak dari lingkungan Pemko Binjai tahun ini hanya Rp2,6 miliar.
Menurutnya, rendahnya kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat menjadi faktor utama. Pemahaman tentang kewajiban zakat penghasilan atau zakat maal juga dinilai masih minim.
“Secara umum, potensi zakat Kota Binjai belum tercapai karena kesadaran ASN dan masyarakat masih rendah untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Pemahaman soal kewajiban zakat penghasilan juga masih kurang,” jelas Khairul Badri saat menerima kunjungan LSM, pengamat sosial, dan awak media.
Khairul Badri mengungkapkan kelemahan lain dalam sistem pengumpulan zakat saat ini. Baznas hanya menerima setoran dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atau amil yang ditunjuk di lingkungan Pemko Binjai tanpa data rinci para muzaki.
“Selama ini Baznas hanya menerima jumlah uang setoran zakat dari masing-masing UPZ atau amil yang sudah ditunjuk, tanpa data rinci siapa saja muzaki yang menyalurkan zakat,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem pelaporan yang berjalan selama ini belum ideal. Baznas lebih membutuhkan data zakat berbasis identitas lengkap.
“Yang selama ini diterima Baznas hanya transfer uang zakat melalui rekening di Bank Sumut Kota Binjai, bukan berdasarkan by name by address. Padahal data itu sangat dibutuhkan untuk pemetaan potensi zakat,” sambungnya.
Khairul Badri mengajak seluruh penyuluh agama, pemangku kepentingan, dan jajaran Pemko Binjai untuk lebih aktif mendorong optimalisasi pengumpulan zakat. Koordinasi yang lebih baik dengan UPZ di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai perlu diperkuat.
Menurutnya, peningkatan literasi zakat dan penguatan sistem pendataan menjadi kunci agar potensi besar yang ada bisa terealisasi lebih optimal.
Di sisi lain, Khairul Badri memaparkan pemanfaatan dana zakat yang telah terkumpul. Salah satu program unggulan Baznas Kota Binjai adalah bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu.
“Untuk program bedah rumah, total yang sudah kami bantu sebanyak 128 unit. Selain itu dana zakat juga disalurkan untuk fakir miskin, bantuan UMKM, serta sektor pendidikan,” ujarnya.
Dengan masih lebarnya selisih antara potensi dan realisasi, Baznas berharap kesadaran masyarakat Kota Binjai untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi terus meningkat. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat program kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan di daerah.