MEDAN — Inovasi digital di sektor keuangan daerah kembali hadir di Sumatera Utara. Bank Sumut berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan meluncurkan aplikasi QRESTO, sebuah sistem yang mengubah tata kelola pajak daerah menjadi lebih cepat dan transparan.
Berbeda dengan sistem konvensional yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk rekonsiliasi, QRESTO memungkinkan pajak dari setiap transaksi di restoran, hotel, atau tempat usaha lainnya langsung terpisah dan masuk ke RKUD Kota Medan hanya dalam hitungan detik.
Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, QRESTO bukan sekadar alat pembayaran pajak.
Gunawan menjelaskan bahwa aplikasi ini menyederhanakan pembukuan transaksi sekaligus membuat alokasi dana ke rekening tujuan lebih akuntabel. "QRESTO akan mempermudah pembukuan transaksi serta langsung bisa dialokasikan ke rekening tujuan. Ini sebuah inovasi penyederhanaan yang membuat transaksi keuangan di daerah lebih akuntabel, lebih mudah dan terpercaya," jelasnya.
Keunggulan utama QRESTO terletak pada kemampuannya menutup celah kebocoran keuangan daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap transaksi yang terjadi di tempat usaha akan tercatat secara otomatis. Hal ini membuat praktik manipulasi setoran pajak menjadi lebih sulit dilakukan.
Tidak berhenti di situ, Gunawan menambahkan bahwa QRESTO bisa menjadi alat analisis bagi aparatur negara. "Jadi kalau transaksi lewat restoran, kafe atau di hotel bisa langsung dilihat pendapatan pajak daerahnya. Maka secara otomatis kita dapat mengukur kinerja masing-masing dunia usahanya," terangnya.
Fitur ini memungkinkan Pemkot Medan untuk memetakan sektor usaha mana yang sedang tumbuh dan mana yang membutuhkan perhatian. Data yang dihasilkan bisa menjadi bahan masukan yang terpercaya bagi pembuat kebijakan.
Gunawan juga menyoroti potensi QRESTO dalam menjangkau sektor usaha informal. "Karena keunggulan QRESTO salah satunya bisa melihat kondisi usaha dengan realisasi pajak yang dibayarkan ke pemerintah," pungkasnya.
Bagi Bank Sumut sendiri, QRESTO bukan hanya produk layanan publik. Gunawan menyarankan agar bank daerah ini memanfaatkan data dari aplikasi tersebut untuk memetakan potensi nasabah baru di luar captive market yang sudah dimiliki.
"Dengan QRESTO maka akan ada banyak pelaku usaha yang bisa dengan mudah dianalisis kondisi usahanya. Bank Sumut bisa menyasar potensi nasabah yang bisa dijadikan nasabah baru," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran QRESTO menuntut Bank Sumut untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Bukan hanya sebagai operator teknis, tetapi juga sebagai tenaga analis yang mampu membaca data potensi usaha dari sistem tersebut.
Digitalisasi transaksi layanan masyarakat melalui QRESTO diharapkan bisa diperluas ke sektor-sektor lain di masa mendatang. Dengan data yang lebih akurat, rumusan kebijakan pemerintah daerah diyakini bisa menjadi lebih tepat sasaran.