PEMATANGSIANTAR — Ribuan aparatur sipil negara dan pelajar memadati Lapangan Adam Malik, Rabu pagi, dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn hadir sebagai inspektur upacara, sementara Rilan Syakban Pohan SSTP MSi bertugas sebagai komandan upacara.
Dalam amanat yang dibacakan Wesly, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid mengingatkan bahwa peringatan Harkitnas merefleksikan berdirinya Boedi Oetomo pada 1908. Peristiwa itu disebut sebagai "fajar menyingsing" bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi.
"Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat," kata Wesly di hadapan peserta upacara.
Mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", peringatan tahun ini menekankan pentingnya melindungi generasi muda. Wesly menyebut tema itu merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi melalui pelindungan para tunas bangsa.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kata Wesly, visi kemandirian diwujudkan melalui program strategis nasional. Ia menyebut Program Makan Bergizi Gratis yang berjalan masif di sekolah-sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, serta layanan Cek Kesehatan Gratis.
Wesly juga menyoroti kebijakan perlindungan anak di ruang digital. Pemerintah telah memberlakukan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
"Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya," ujar Wesly menirukan pidato menteri.
Dalam pidatonya, Wesly juga menyinggung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi itu, masyarakat desa diharapkan memiliki akses lebih dekat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, hingga layanan ekonomi dasar.
"Desa dapat tumbuh lebih mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar," kata Wesly.
Wesly mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan. Peringatan Harkitnas 2026, katanya, menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan literasi digital.
"Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi menjadi kekuatan kolektif bangsa," pungkasnya.