SIBOLGA — Ratusan ASN di lingkungan Pemkot Sibolga mengikuti salat Zuhur berjamaah di Masjid Al-Hidayah, Jalan Duyung, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, pada Senin (25/5/2026) siang. Kegiatan ini bukan seremonial belaka, melainkan bagian dari program ibadah harian yang sudah diatur melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor: 451.12/77/2026.
Dalam edaran tersebut, aturan tidak hanya berlaku bagi pegawai Muslim. ASN beragama Kristen dan Katolik juga diwajibkan mengikuti kebaktian secara terjadwal. Langkah ini diambil untuk menanamkan integritas dan kedisiplinan di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.
Pada pelaksanaan perdana pekan ini, enam organisasi perangkat daerah (OPD) ditunjuk sebagai penanggung jawab. Mereka adalah Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, serta Kecamatan Sibolga Kota.
Peserta yang hadir tidak terbatas pada PNS dan PPPK penuh waktu. Tenaga PPPK paruh waktu hingga outsourcing pun diwajibkan ikut serta. Rangkaian ibadah diawali salat berjamaah, lalu dilanjutkan tausiah yang disampaikan Ustaz Drs. Khairuman Lubis.
Pemkot Sibolga menerapkan sistem penjadwalan bergilir bagi seluruh OPD. Program ini berlangsung setiap Senin hingga Kamis. “Pengaturan ini bertujuan agar kegiatan pembinaan spiritual tetap berjalan optimal tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” demikian bunyi pernyataan dalam rilis Dinas Kominfo Kota Sibolga.
Dengan sistem tersebut, setiap OPD mendapat giliran menjadi penanggung jawab secara berkala. Hal ini memastikan tidak ada satupun unit kerja yang terbebani secara berlebihan, sekaligus menjaga ritme kerja pemerintahan tetap produktif.
Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik dan Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing menargetkan program ini mampu membentuk budaya kerja yang harmonis. Pemkot berharap ibadah harian tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga mendorong ASN lebih berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik.
Langkah ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan Pemkot Sibolga dalam memperkuat karakter aparatur. Sebelumnya, berbagai program pelatihan etika dan pelayanan prima juga telah digulirkan untuk menunjang kinerja birokrasi di kota tersebut.