MEDAN — Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembinaan pesepakbola muda mendapat pengakuan langsung dari Badan Tim Nasional PSSI. Sumardji menyebut respons Pemprov Sumut berbeda dibanding daerah lain ketika PSSI menawarkan kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi kelompok usia.
Penawaran itu, kata Sumardji, disampaikan ke sejumlah gubernur. Hanya Gubernur Sumut yang menyatakan bersedia dan memberikan dukungan penuh. "Pak Bobby satu-satunya gubernur yang peduli dengan sepakbola kelompok usia, Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-sebesarnya. Saya sendiri yang minta tolong ke Gubernur lain (menjadi tuan rumah kelompok usia), tidak ada yang bersedia, tetapi Gubernur Sumut benar-benar peduli," ujarnya.
Kepedulian itu terlihat dari kesediaan Sumut menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan 2025, ajang pemanasan menuju Piala Dunia U-17. Sumut kemudian kembali dipercaya menyelenggarakan Piala AFF U-19.
Menurut Sumardji, kedua event berjalan sukses dan mendapat respons besar dari masyarakat Sumut. Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah dan PSSI terus diperkuat. "Ini awal langkah yang nyata untuk membawa sepakbola Sumut ke masa depan yang lebih cerah, bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, penyelenggara, fasilitas dan lainnya," katanya.
Gubernur Sumut Bobby Nasution menilai geliat sepakbola berdampak pada perekonomian dan pengembangan sumber daya manusia. Pemprov Sumut mendorong pengelolaan sektor olahraga agar lebih profesional dan mandiri.
Salah satu caranya, memberi kewenangan kepada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut mengelola aset secara mandiri melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Bobby menargetkan Dispora tidak lagi bergantung pada APBD pada 2028. "Sepakbola olahraga yang paling banyak digemari, Saya rasa dengan pengelolaan yang tepat kita akan membuat olahraga menjadi industri, oleh karena itu Dispora kami tahun 2028 tidak akan bergantung lagi pada APBD, mereka akan mengelola asetnya sekitar Rp3,2 triliun secara mandiri (melalui BLUD), mereka akan mendapat pendapatan dari sana dan juga menyumbangkan PAD," ujarnya.
Kongres Biasa tersebut juga menetapkan Arya Sinulingga sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi.
Arya menyatakan hubungan Pemprov Sumut dengan PSSI selama ini berjalan baik. Berbagai inovasi dan kebijakan, menurutnya, terus dilakukan bersama. "Apa yang sudah kita kerjakan selama ini tidak terlepas dari Gubernur Sumut, Kadispora di level teknis, kami mendapat dukungan yang luar biasa, ke depan kita harus lebih tegas lagi membangun sepakbola Sumut," katanya.
Sinergi antara Pemprov Sumut dan PSSI Sumut diharapkan memperkuat ekosistem sepakbola daerah, mulai dari pembinaan pemain usia muda hingga pengelolaan fasilitas olahraga.