MEDAN — Audiensi tersebut juga menjadi ajang pembicaraan kelanjutan kerja sama menjelang berakhirnya masa tugas Furugori di Sumut. Bobby didampingi sejumlah kepala dinas, di antaranya Kepala DPMPTSP Nurbaiti Harahap, Kepala Dinas Perindag ESDM Deddy JP Harahap, dan Kepala Dinas Kominfo Erwin Hotmansah Harahap.
Kualitas Tenaga Kerja Sumut Jadi Sorotan
Peningkatan kualitas tenaga kerja disebut sebagai salah satu perhatian utama Pemprov Sumut untuk memenuhi kebutuhan pasar Jepang. Penguatan kemampuan pekerja dinilai dapat memperluas kesempatan masyarakat Sumut sekaligus menambah keterampilan dan pengalaman lewat kerja sama kedua pihak.
"Kami berharap kerja sama untuk pengembangan SDM bisa terus meningkat seiring dengan kebutuhan dari Negara Jepang, dimana Sumatera Utara terus mengembangkan potensi atau meningkatkan kemampuan pekerja kita. Dan bagaimana langkah ini juga menjadi prioritas bagi Jepang," ungkap Bobby Nasution.
Lobster Nias dan Peluang Diskusi Langsung di Lapangan
Selain SDM, Pemprov Sumut melihat peluang besar di sektor kelautan dan perikanan. Hasil produksi perikanan dari Kepulauan Nias dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Lobster menjadi komoditas yang mendapat perhatian khusus karena peminatnya cukup besar. Untuk melihat peluang pengembangannya secara lebih konkret, Bobby membuka kemungkinan pembahasan langsung di lapangan.
"Karena itu, jika memungkinkan, kita bisa berdiskusi langsung di lapangan untuk melihat bagaimana potensi yang ada di sana. Karena program prioritas kami di Sumatera Utara salah satunya adalah hasil laut dan perikanan. Bagaimana ini bisa menjadi besar," ungkap Bobby Nasution.
Pariwisata dan Pertanian Ikut Masuk Radar Kerja Sama
Pariwisata serta teknologi pertanian melengkapi daftar sektor yang dijajaki dalam pertemuan tersebut. Kedua bidang itu disebut sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama investasi Sumut dengan Jepang, tanpa merinci nilai atau target nominal tertentu.
Pemprov Sumut belum mengumumkan jadwal lanjutan dari penjajakan ini. Namun arah pembicaraan sudah jelas: memperkuat kapasitas pekerja lokal, membuka akses pasar bagi hasil laut Nias, dan mendorong masuknya teknologi ke sektor pertanian.