MEDAN — Jumlah korban tewas dalam kecelakaan tunggal bus ALS yang terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Labuhanbatu, terus bertambah. Tim DVI Polda Sumut melaporkan bahwa hingga saat ini, 14 dari total 19 korban meninggal telah berhasil diidentifikasi berdasarkan data antemortem dan postmortem.
Proses identifikasi masih berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Tim dokter forensik dan ahli DVI bekerja untuk mencocokkan data sidik jari, gigi, serta barang bawaan korban dengan data keluarga yang telah diambil sebelumnya.
Kronologi Kecelakaan di Jalinsum Labuhanbatu
Bus milik PT ALS mengalami kecelakaan di tikungan tajam di Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, pada Senin dini hari. Diduga, bus yang melaju dari arah Riau menuju Medan itu kehilangan kendali saat hendak menikung, lalu terguling ke sisi jalan.
Kecelakaan ini menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Sebagian korban luka masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Rantauprapat dan sekitarnya.
Daftar Nama Korban Mulai Dirilis
Pihak kepolisian telah merilis daftar nama 14 korban yang teridentifikasi. Data tersebut disampaikan langsung kepada keluarga korban untuk mempermudah proses pengurusan jenazah dan administrasi pemakaman. Keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya diminta segera mendatangi posko DVI di RS Bhayangkara Medan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak datang langsung ke rumah sakit sebelum dihubungi petugas. Proses identifikasi membutuhkan konsentrasi dan ketelitian tinggi,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, dalam keterangan resminya.
Penanganan Pasca Kecelakaan
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap sopir bus dan sejumlah saksi mata terus dilakukan untuk memastikan apakah faktor kelalaian manusia atau kondisi kendaraan yang menjadi pemicu.
Bus yang mengalami kecelakaan telah dievakuasi ke pool perusahaan untuk pemeriksaan teknis. Sementara itu, PT ALS menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan korban luka dan santunan bagi korban meninggal sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa yang Harus Dilakukan Keluarga Korban?
Keluarga yang belum mendapatkan informasi mengenai anggota keluarganya yang menjadi korban dapat menghubungi posko informasi yang didirikan di Mapolres Labuhanbatu dan RS Bhayangkara Medan. Petugas akan memandu proses pengambilan data antemortem untuk mempercepat identifikasi.
Berapa Total Korban yang Masih Belum Teridentifikasi?
Hingga berita ini diturunkan, masih ada lima jenazah yang belum teridentifikasi. Tim DVI terus bekerja untuk menyelesaikan identifikasi terhadap seluruh korban dalam waktu 1x24 jam ke depan.