SUMATERA UTARA — Wamentan Sudaryono langsung bergerak cepat setelah harga TBS sawit di tingkat petani ambruk. Ia memanggil seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengusaha sawit yang tergabung dalam Gapki, asosiasi petani, hingga Satgas Pangan Polri.
"Rapat ini diinisiasi Kementerian Pertanian untuk merespon turunnya harga TBS selepas pengumuman Presiden terkait aturan baru ekspor satu pintu," kata Sudaryono di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Penyebab Anjlok: Bukan Pasarnya yang Rusak, Tapi Pikiran Pelaku Usaha
Dalam rapat tertutup itu, pemerintah memetakan akar masalah. Bukan karena permintaan global turun atau pasokan melimpah, melainkan karena kekhawatiran dan ketidaktahuan pelaku usaha hilir terhadap aturan baru.
"Bottleneck dari kejadian ini adalah efek psikologis, kekhawatiran, ketidakpastian, dan ketidaktahuan atas kebijakan ekspor satu pintu oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)," jelas Sudaryono.
Pemerintah pun menegaskan bahwa PT DSI hanya bertindak sebagai pengelola dan pengawas ekspor, bukan mengambil untung dari transaksi. "Tidak dipungut biaya atau mengambil keuntungan transaksi. Sekali lagi, hanya mengelola dan mengawasi," sambungnya.
139 Pabrik Terindikasi Turunkan Harga, Pemerintah Beri Tenggat
Hasil pendataan Kementan menunjukkan, sedikitnya 139 pabrik kelapa sawit (PKS) di berbagai wilayah Indonesia telah menurunkan harga pembelian TBS. Pemerintah meminta mereka segera menyesuaikan harga setelah aturan baru mulai jelas.
"Kami minta pelaku usaha PKS menyesuaikan ketidakpastian jadi pasti, ketidaktahuan jadi tahu. Harga harus mengacu pada harga acuan CPO di wilayah masing-masing," tegas Sudaryono.
Jika masih ada pelanggaran, Kementan mengancam akan menjatuhkan sanksi administratif hingga pencabutan izin, sebagaimana diatur dalam Permentan Nomor 13 Tahun 2024.
Transisi hingga 2027, Petani Berharap Harga Segera Pulih
Pemerintah memastikan implementasi penuh kebijakan ekspor satu pintu baru akan dimulai pada 1 Januari 2027. Sebelumnya, akan ada masa transisi dengan evaluasi setiap tiga bulan.
Ketua Umum Apkasindo, Gulat Manurung, mengapresiasi langkah cepat Wamentan. Ia berharap pertemuan ini bisa segera memulihkan harga TBS yang ambruk.
"Saya mewakili teman-teman petani sawit mengucapkan terima kasih. Harapan kami, peristiwa ambruknya harga TBS bisa segera pulih setelah ada pertemuan ini," ujar Gulat.
Ia juga meminta perusahaan sawit tetap memperhatikan posisi petani sebagai mitra utama dalam rantai pasok industri kelapa sawit nasional.