MEDAN — Sebanyak 1.109 peserta dari 28 kafilah kabupaten, 7 kafilah kota, dan 3 kafilah khusus—meliputi Perguruan Tinggi, Polda Sumut, dan PTPN—akan bertanding selama 10 hari ke depan. Mereka bersaing di 8 cabang lomba dan 25 golongan untuk memperebutkan tiket menuju MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.
56 Juara Pertama Disiapkan untuk MTQ Nasional 2026
Ketua Panitia H. Muhammad Yasir Tanjung melaporkan bahwa sebanyak 56 juara pertama dari seluruh kategori akan dipersiapkan mewakili Sumatera Utara di tingkat nasional. "Sebanyak 56 juara pertama dari 8 cabang dan 25 golongan akan dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Sumatera Utara pada MTQ Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.
MTQ ke-40 ini mengusung tema "Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Langkah Menuju Kolaborasi Sumut Berkah". Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama RI Dr. Romo H. R. Muhammad Syafii beserta Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumut H. Surya, serta Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama para kepala daerah se-Sumut.
Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup dan Perekat Bangsa
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama RI menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang membaca Al-Qur'an. Ia menyebut kegiatan ini menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa dan membangun karakter umat di tengah tantangan zaman. "MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, melainkan juga sarana memperkuat persatuan bangsa, membangun karakter umat, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," tegasnya.
Senada dengan itu, Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan mengharumkan nama Sumut di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Asahan: MTQ Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin yang turut hadir dalam pembukaan menyebut MTQ sebagai sarana strategis meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an. "MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan," ujarnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin dalam tausiahnya menambahkan bahwa Al-Qur'an merupakan pedoman hidup umat Islam. Ia mengingatkan bahwa kolaborasi harus dibangun di atas dasar kebajikan serta ketakwaan.
Pembukaan MTQ ke-40 ditandai dengan penekanan tombol dan pembukaan replika Mushaf Al-Qur'an oleh Wakil Menteri Agama bersama Gubernur Sumut, Wakil Gubernur, dan Forkopimda Sumut. Acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.