TAPANULI UTARA — Seluruh personel Polres Tapanuli Utara berbaris rapi di halaman mapolres sejak pagi untuk mengikuti rangkaian upacara pisah sambut. AKBP Ferry Mulyana Sunarya bersama Ketua Cabang Bhayangkari Tapanuli Utara tiba dan disambut dengan tradisi jajar kehormatan serta pedang pora, simbol dimulainya kepemimpinan baru di institusi Polri.
Laporan Kesatuan Diserahkan ke Kapolres Baru
Setelah prosesi penyambutan, AKBP Ernis Sitinjak menyerahkan laporan kesatuan mengenai kondisi wilayah hukum Polres Tapanuli Utara kepada pejabat baru. Dokumen itu menjadi acuan penting agar estafet kepemimpinan berjalan mulus, terutama dalam pelayanan masyarakat dan pemeliharaan keamanan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan apel bersama yang diikuti pejabat utama, perwira, personel Polri, ASN Polri, serta Bhayangkari. Apel itu menjadi simbol komitmen seluruh jajaran untuk menjaga soliditas di bawah komando baru.
Pidato Perpisahan: "Mohon Doa Restu untuk Tugas Baru"
Momen paling emosional terjadi saat AKBP Ernis Sitinjak menyampaikan sambutan perpisahan. Suaranya beberapa kali bergetar saat mengucapkan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh personel yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan loyalitas seluruh anggota sehingga tugas yang saya emban dapat terlaksana dengan baik. Mohon doa restu untuk saya dan keluarga agar dapat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru," ujar Ernis.
Ia menegaskan, keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara merupakan hasil sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.
Pesan Terakhir: Jaga Kekompakan dan Integritas
Dalam sambutannya, AKBP Ernis Sitinjak menitipkan pesan agar seluruh personel tetap kompak dan mendukung penuh Kapolres yang baru. Ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah sementara, sedangkan pengabdian kepada bangsa harus dijaga dengan tanggung jawab dan integritas.
"Dukung dan jaga kekompakan bersama Kapolres yang baru. Tetap solid dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," pesannya.
Di penghujung sambutan, ia memohon maaf apabila selama memimpin terdapat sikap atau kebijakan yang kurang berkenan. "Selama saya bertugas tentu ada kekurangan dan kelebihan. Untuk itu saya secara pribadi memohon maaf. Inilah terakhir kalinya saya berdiri di hadapan rekan-rekan semua. Saya mohon pamit," ucapnya.
Personel dan Bhayangkari Tak Kuasa Menahan Haru
Kalimat tersebut seketika mengubah suasana menjadi emosional. Sejumlah personel Polri dan anggota Bhayangkari menundukkan kepala, sebagian lainnya terlihat menyeka air mata. Bagi banyak personel, AKBP Ernis Sitinjak bukan sekadar pimpinan, tetapi figur yang dikenal dekat dengan anggota, terbuka dalam komunikasi, serta menekankan disiplin dan pelayanan humanis.
Prosesi pelepasan berlangsung dengan tradisi pedang pora. AKBP Ernis Sitinjak bersama istri melangkah perlahan meninggalkan Mapolres Tapanuli Utara. Di sepanjang barisan, satu per satu personel memberikan salam penghormatan, berjabat tangan, bahkan memeluk mantan Kapolres sebagai ungkapan hormat dan terima kasih. Beberapa anggota Bhayangkari ikut memberikan pelukan perpisahan, dengan tatapan mata berkaca-kaca dan lambaian tangan menutup perjalanan pengabdiannya di Tapanuli Utara.