Pencarian

Komdigi Targetkan Internet Rumah 100 Mbps dengan Tarif di Bawah Rp200 Ribu

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 10:04:01 WIB
Komdigi Targetkan Internet Rumah 100 Mbps dengan Tarif di Bawah Rp200 Ribu
Wamen Komdigi Nezar Patria memaparkan target internet rumah 100 Mbps dengan tarif sekitar Rp140 ribu per bulan dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10).

SUMATERA UTARA — Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan layanan internet fixed broadband 100 Mbps bisa dinikmati rumah tangga Indonesia dengan biaya sekitar Rp140 ribu per bulan. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyebut skema itu ditempuh lewat perluasan jaringan fiber optik hingga ke level rumah. Target ini jadi bagian dari upaya menekan biaya internet sekaligus memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.

Nezar Patria memaparkan arah kebijakan konektivitas pemerintah dalam keterangan di Jakarta, Selasa (27/10). Menurut dia, satu koneksi internet berkecepatan tinggi dirancang bisa dipakai bersama seluruh anggota keluarga, bukan lagi satu langganan per orang.

Pendekatan itu dinilai memberi dampak ekonomi lebih besar. Biaya yang dikeluarkan rumah tangga per bulan turun, sementara manfaat yang didapat justru meningkat karena koneksi yang sama menopang belajar, bekerja, berjualan, hingga mengurus layanan publik.

Mengapa Fiber Optik Jadi Kunci

Pemerintah menempatkan perluasan jaringan fiber optik sebagai instrumen utama untuk menurunkan harga layanan. Selama ini koneksi cepat cenderung terkonsentrasi di kawasan bisnis dan perkotaan, sementara rumah tangga di banyak wilayah masih bergantung pada layanan dengan kecepatan terbatas.

Komdigi ingin mengubah pola itu. Jaringan fiber diperluas sampai ke rumah tangga agar konektivitas berkecepatan tinggi tidak lagi jadi barang mewah yang hanya bisa diakses segelintir pelanggan.

"Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband. Kita perlu memperluas jaringan fiber optik agar bisa masuk ke rumah tangga sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga," ujar Nezar.

Harga Rp140 Ribu per Bulan

Angka yang dibidik pemerintah berada di kisaran Rp140 ribu per bulan untuk kecepatan 100 Mbps. Nilai itu disebut masih berada di bawah batas Rp200 ribu yang dianggap terjangkau bagi mayoritas rumah tangga.

"Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat," kata Nezar.

Jika terealisasi, tarif tersebut menempatkan internet rumah Indonesia sejajar dengan sejumlah pasar Asia Tenggara yang lebih dulu membangun jaringan fiber secara masif. Selisih harga dibandingkan layanan seluler juga berpotensi mendorong peralihan rumah tangga ke fixed broadband.

Adopsi 5G Masih di Bawah 10 Persen

Selain fiber, pemerintah menyiapkan target kedua di sisi jaringan seluler. Tingkat adopsi 5G nasional saat ini masih di bawah 10 persen, dan Komdigi membidik kenaikan mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun mendatang.

"Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen, dengan target mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun ke depan," ujar Nezar.

Dua jalur itu, fiber ke rumah dan peningkatan kualitas konektivitas seluler, disebut sebagai satu paket kebijakan agar infrastruktur digital nasional lebih inklusif. Pemerintah memandang pemerataan akses sebagai prasyarat sebelum layanan digital lain bisa tumbuh merata.

Dampak bagi Pengguna dan Pelaku Usaha

Bagi pengguna rumahan, target ini berarti pilihan langganan dengan rasio kecepatan per rupiah yang lebih baik. Kebutuhan seperti streaming, kerja jarak jauh, dan kelas daring bisa ditangani satu koneksi tanpa harus menambah biaya kuota seluler.

Pelaku UMKM digital mendapat implikasi berbeda. Biaya konektivitas yang lebih rendah memperkecil beban operasional toko daring dan memungkinkan lebih banyak transaksi berjalan dari rumah, termasuk di wilayah yang selama ini kurang terlayani jaringan kabel.

Untuk pasar penyedia jasa internet, arah kebijakan ini menandakan persaingan akan bergeser ke jangkauan jaringan dan efisiensi biaya pembangunan. Pemain yang lebih cepat memperluas fiber ke kluster rumah tangga berpeluang merebut pelanggan baru lebih dulu.

Komdigi belum memerinci jadwal pencapaian target tarif tersebut maupun wilayah yang akan dibangun lebih dulu. Yang jelas, perluasan jaringan fiber optik hingga ke rumah tangga tetap menjadi prioritas sebelum skema harga di bawah Rp200 ribu bisa direalisasikan secara luas.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks