MEDAN — Rencana pembenahan kawasan Belawan memasuki babak baru setelah Pemko Medan menggelar pertemuan dengan PT KAI Divisi Regional I Sumut, Kamis (21/5/2026). Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menegaskan bahwa penataan tidak bisa dilakukan parsial, melainkan harus melibatkan banyak pihak.
“Drainase di Belawan ini banyak yang tidak ada, atau tertutup rumah dan kios. Ini yang akan kita benahi bersama,” kata Zakiyuddin dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Hendra Suhendra dan anggota H.T. Bachrumsyah.
Salah satu persoalan krusial yang dihadapi adalah banyaknya saluran air yang tertutup bangunan liar. Kondisi ini menyebabkan aliran air tersumbat dan memicu genangan di sejumlah titik setiap kali hujan deras. Pemko Medan mencatat, penertiban kawasan di sepanjang rel kereta api menjadi prioritas awal karena menyangkut keselamatan dan estetika kota.
Zakiyuddin menyebutkan, pembenahan juga akan menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, termasuk kemungkinan pembangunan taman di lahan-lahan yang tersedia. “Karena ini sudah sangat kompleks dan berlangsung lama, maka harus duduk bersama semua pihak untuk pembenahan dan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Kepala PT KAI Divisi Regional I Sumut, Sofan Hidayah, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemko Medan dalam menertibkan area yang berkaitan dengan keselamatan jalur rel. Menurut Sofan, Belawan memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Kota Medan dari sisi pelabuhan, sehingga perlu ditata agar tidak terkesan kumuh dan semrawut.
“Kita ingin Belawan menjadi wajah depan Medan. Jangan sampai terlihat tidak tertata. Kami siap mendukung kolaborasi untuk penertiban, khususnya di area yang menjadi safety area jalur rel,” ujar Sofan.
Pemko Medan tidak hanya menggandeng PT KAI. Zakiyuddin mengungkapkan, koordinasi juga akan diintensifkan dengan TNI AL, kepolisian, kejaksaan, hingga pihak pelabuhan. Kolaborasi ini dinilai penting mengingat kompleksitas persoalan di Belawan yang telah berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak kepentingan.
Belawan selama ini dikenal sebagai kawasan pelabuhan dengan aktivitas ekonomi yang padat, namun tata kotanya dinilai kurang tertata. Dengan adanya komitmen dari berbagai instansi, pembenahan diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan terukur.