SUMATERA UTARA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028. Pernyataan itu disampaikan dalam Malam Tasyakuran Hardiknas 2026 di Jakarta. Ia menjelaskan, pelatihan bagi guru Bahasa Inggris menjadi prioritas utama agar kebijakan itu berjalan efektif.
"Yang baru adalah pelatihan bahasa Inggris karena pada tahun 2027 nanti tahun ajaran 2027-2028 pelatihan bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib yang diajarkan mulai kelas 3 sekolah dasar," kata Mu'ti.
Pelatihan Coding, AI, dan STEM Jalan Beriringan
Mu'ti mengatakan, pelatihan Bahasa Inggris hanyalah satu dari lima program prioritas peningkatan kualitas pembelajaran. Kemendikdasmen juga menggelar pelatihan pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan buatan (AI), kepemimpinan kepala sekolah, serta penguatan STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika).
“Mulai dari pembelajaran mendalam, coding dan artificial intelligence (AI), kepemimpinan kepala sekolah, hingga penguatan STEM,” lanjut Mu'ti. Seluruh program ini, menurut dia, merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur pedagogis untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.
Jumlah Guru yang Ditingkatkan Kompetensinya Naik Drastis
Pada 2025, pemerintah telah memberikan bantuan kepada 12.500 guru untuk menyelesaikan pendidikan S1 melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Tahun ini, jumlah penerima program itu ditingkatkan drastis menjadi 150 ribu guru. Langkah ini diambil untuk mempercepat peningkatan kualifikasi tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Kemendikdasmen juga menaikkan tunjangan sertifikasi guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN menerima tunjangan sebesar gaji pokok yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing setiap bulan. Guru non-ASN yang belum menerima tunjangan sertifikasi tetap mendapat insentif Rp400 ribu per bulan.
Fondasi Awal Pemerintahan Prabowo di Sektor Pendidikan
Mu'ti menegaskan seluruh kebijakan tersebut merupakan fondasi awal menuju visi pendidikan bermutu untuk semua. Ia menyebut, dalam 19 bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kemendikdasmen fokus meletakkan dasar-dasar tersebut.
"Pada 19 bulan pertama ini kami baru meletakkan fondasi menuju pendidikan bermutu untuk semua," ujar dia. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap kesiapan guru dan infrastruktur pendukung dapat rampung sebelum Bahasa Inggris resmi diajarkan di kelas 3 SD pada 2027.