Pencarian

Kimia Farma Siapkan Peta Jalan Khusus Garap Pasar Lansia Rp 700 Triliun pada 2045

Selasa, 16 Juni 2026 • 22:18:01 WIB
Kimia Farma Siapkan Peta Jalan Khusus Garap Pasar Lansia Rp 700 Triliun pada 2045
Kimia Farma meluncurkan peta jalan untuk menggarap pasar lansia senilai Rp 700 triliun pada 2045.

SUMATERA UTARA — JUDUL: Kimia Farma Siapkan Peta Jalan Khusus Garap Pasar Lansia Rp 700 Triliun pada 2045 LEAD: PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) resmi meluncurkan strategi jangka panjang untuk menggarap potensi pasar lansia yang diperkirakan mencapai Rp 500 triliun hingga Rp 700 triliun per tahun pada 2045. Langkah ini diambil menyusul proyeksi ledakan jumlah penduduk lanjut usia yang akan mencapai 20 persen dari total populasi Indonesia. Perusahaan farmasi pelat merah itu melihat perubahan demografi ini sebagai peluang bisnis sekaligus tantangan untuk membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi.

Belanja Kesehatan Lansia Tembus Rp 260 Triliun per Tahun

Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, mengungkapkan bahwa kelompok lansia saat ini menyedot 30 hingga 40 persen dari total belanja kesehatan nasional. Dalam hitungan kasar, angka itu setara dengan Rp 190 triliun hingga Rp 260 triliun per tahun. "Kebutuhan layanan kesehatan lansia tiga sampai lima kali lebih besar dibanding kelompok usia lainnya," jelas Hanadi dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).

Fakta lain yang tak kalah mencengangkan, sekitar 70 persen pembiayaan kesehatan lansia habis untuk penanganan penyakit kronis. Artinya, semakin bertambah jumlah penduduk usia lanjut, beban biaya kesehatan pun ikut melonjak. Kondisi inilah yang mendorong Kimia Farma untuk tidak lagi hanya mengandalkan bisnis kuratif atau pengobatan.

Bukan Sekadar Jual Obat, Kimia Farma Bangun Layanan Preventif

Menghadapi tren kenaikan biaya kesehatan dan obat-obatan, Kimia Farma mulai menggeser fokus bisnisnya. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan obat, melainkan memperkuat layanan preventif dan rehabilitatif. Hanadi memperkirakan, 70 persen nilai pasar Silver Economy justru akan berasal dari ekosistem layanan kesehatan terintegrasi, bukan dari produk obat semata.

Rinciannya, segmen Home Care dan Long-Term Care diproyeksikan menyumbang 20 persen, Chronic Care Management 20 persen, Wellness dan Preventive Care 15 persen, serta layanan diagnostik 15 persen. Untuk mewujudkannya, Kimia Farma mengembangkan konsep one-stop solution melalui portofolio Healthspan. Layanan ini mencakup produk farmasi, obat herbal, hingga layanan kesehatan personal.

Peran penting dijalankan oleh anak usaha, PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), yang kini menyediakan layanan Medical Check-Up (MCU) khusus lansia. Tujuannya, deteksi dini penyakit kronis yang umum diderita kelompok usia lanjut.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks