SUMATERA UTARA — Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Nurhidayat, melaporkan hingga saat ini korban belum ditemukan. Kebutuhan paling mendesak di lokasi adalah alat evakuasi yang memadai untuk menjangkau titik tenggelam korban.
Kronologi Tenggelam dan Upaya Penyelamatan yang Gagal
Peristiwa terjadi di Curug Tiga, Perkebunan Jayanegara, Kecamatan Kabandungan. Pasa, warga Kampung Cicareh, Kecamatan Cikidang, diduga tenggelam karena tidak bisa berenang.
Korban terperosok ke bagian curug yang memiliki kedalaman tinggi. Sejumlah saksi di lokasi sempat berusaha menarik korban, namun arus air terjun yang deras menggagalkan upaya tersebut.
"Anak itu diduga akibat tidak bisa berenang. Sempat mendapat pertolongan dari orang yang sedang berenang juga di sana, namun si korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya korban tenggelam," kata Nurhidayat.
Keterbatasan Perlengkapan Jadi Kendala Utama
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari petugas Kecamatan Kabandungan, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan relawan Tagana. Meski personel cukup, operasi pencarian berjalan lambat.
"Kondisi saat ini korban belum ditemukan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat evakuasi," ujar Nurhidayat. Pernyataan ini mengindikasikan kesenjangan antara jumlah personel dan kelengkapan peralatan teknis di lapangan.
Belum ada informasi apakah tim SAR akan mendatangkan peralatan tambahan dari luar daerah atau memanfaatkan sumber daya sekitar.
Polisi Periksa Tiga Saksi Mata
Guna proses penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian. Mereka adalah Ihsan (24) warga Parungkuda, serta Galang (16) dan Makmur yang merupakan rekan korban.
Keterangan para saksi akan digunakan untuk merekonstruksi kronologi persis kejadian dan memastikan tidak ada unsur kelalaian di lokasi wisata. Curug Tiga merupakan salah satu destinasi wisata alam di Sukabumi yang kerap dikunjungi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian. Keluarga korban diharapkan dapat bersabar menunggu hasil operasi evakuasi.