TANJUNGBALAI — Kepala Kantor BPN Kota Tanjungbalai, Mindo Desima Sianturi, mengusulkan strategi pendaftaran tanah-tanah aset pemkot secara kolektif melalui program PTSL. Usulan itu disampaikan dalam audiensi bersama Wali Kota Tanjungbalai H. Mahyaruddin Salim, Selasa (23/6/2026).
Mengapa aset daerah perlu disertifikatkan lewat PTSL?
Mindo menjelaskan, PTSL menjadi jalur paling efektif untuk menyelesaikan sertifikasi aset daerah yang masih tertunda. Prosesnya terintegrasi dan mencakup pengukuran, pengumuman data yuridis, hingga penerbitan sertifikat dalam satu paket kegiatan.
“Dukungan Pemkot sangat kami harapkan dalam percepatan sertifikat aset daerah yang masih belum selesai. Tujuannya untuk pengamanan fisik dan administrasi atas aset tanah milik Pemerintah Kota Tanjungbalai,” ujar Mindo.
Berapa banyak aset pemkot yang belum bersertifikat?
Dalam pertemuan itu, Mindo yang baru bertugas sebagai Kepala BPN Tanjungbalai tidak merinci jumlah pasti aset yang belum bersertifikat. Namun ia menekankan bahwa sinergi dengan pemkot menjadi kunci agar proses pendaftaran berjalan cepat dan tanpa hambatan.
Apa tanggapan Wali Kota atas usulan ini?
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyambut positif usulan tersebut. Ia menilai sinergi antara pemkot dan BPN sangat penting untuk menjaga serta menata aset-aset milik daerah.
“Kami berharap melalui pertemuan ini terjalin sinergitas dengan BPN dalam rangka pengamanan aset dan lahan milik Pemkot Tanjungbalai,” kata Mahyaruddin.
Apa dampaknya bagi warga Tanjungbalai?
Meski fokus utama program ini adalah aset pemerintah, dampak tidak langsungnya bisa dirasakan warga. Aset daerah yang tersertifikasi dengan jelas akan mencegah sengketa lahan di kemudian hari. Selain itu, lahan pemkot yang legal bisa dimanfaatkan lebih optimal untuk kepentingan publik, seperti pembangunan fasilitas umum atau ruang terbuka hijau.
Program PTSL sendiri sejatinya menyasar seluruh bidang tanah di wilayah Indonesia, termasuk tanah milik warga. Namun dalam audiensi kali ini, prioritas yang dibahas adalah tanah aset pemkot.
Bagaimana tindak lanjut pertemuan ini?
Di akhir pertemuan, Mahyaruddin mengucapkan selamat bertugas kepada Kepala BPN Tanjungbalai yang baru. “Kepada kepala yang baru selamat bertugas, semoga sinergitas dan kolaborasi Pemkot Tanjungbalai bersama BPN ke depan terjalin dengan baik,” ucapnya.
Pemkot dan BPN berencana menyusun peta jalan pendaftaran tanah aset daerah dalam waktu dekat. Langkah teknisnya akan dibahas lebih lanjut melalui rapat koordinasi lintas dinas.