MEDAN — Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Ronny Ariuly Hutahayan menyampaikan target tersebut dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (9/10/2026). Dari 7.952 unit huntap tahun anggaran 2026, sebanyak 6.220 unit dibangun di Aceh, 919 unit di Sumut, dan 813 unit di Sumatera Barat.
Proses pelelangan untuk proyek di Sumut sudah dilakukan dan kontraktor telah ditunjuk. Pekerjaan fisik mulai berjalan meski lahan belum sepenuhnya matang.
Anggaran Rp 299 Miliar untuk Sumut
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan Rp 2,3 triliun untuk mendukung pembangunan huntap 2026. Porsi Sumut mencapai Rp 299 miliar.
Secara keseluruhan, target pembangunan huntap untuk tahun anggaran 2026 dan 2027 mencapai 25.606 unit. Rinciannya: 20.647 unit di Aceh, 3.707 unit di Sumut, dan 1.252 unit di Sumatera Barat.
Hingga kini, sekitar 2.085 unit huntap telah diselesaikan. Ronny menyebut sisa pekerjaan masih besar menjelang akhir tahun.
"Tugas bersama kita masih besar. Sampai akhir tahun, 31 Desember, kita masih mengejar target 7.952 unit," ucapnya.
Pembersihan Lahan Berjalan, Konstruksi Menyusul
Pembangunan huntap dilaksanakan bertahap, mulai dari penyediaan lahan, pembersihan lahan, hingga konstruksi. Di Sumut, tahap pembersihan lahan menuju pematangan lahan masih berlangsung.
Ronny menyatakan optimistis target akhir tahun bisa terpenuhi. "Mudah-mudahan on track. Rencananya 31 Desember, 919 unit di Sumatera Utara bisa diselesaikan sesuai rencana," katanya.
Selain pekerjaan fisik, proses pendataan lintas sektor melibatkan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Pendataan itu menjadi bagian penyusunan rencana induk yang difinalisasi pada April 2026.
Durasi Dipercepat dari Tiga Tahun Jadi Dua Tahun
Sesuai arahan Presiden, durasi pelaksanaan pembangunan dipangkas dari tiga tahun menjadi dua tahun. Untuk rencana 2027, penetapan lokasi lahan dan pengurusan perizinan sudah dimulai paralel dengan pembangunan di lapangan.
"Apa yang bisa dilakukan secara paralel kami lakukan, sementara pembangunan di lapangan juga dikejar," tuturnya.
Pemerintah menargetkan seluruh 919 unit huntap di Sumut rampung sesuai jadwal agar warga terdampak bisa segera menempati hunian tetap.