SUMATERA UTARA — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Sabtu (10/10/2026) pukul 09.52 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung berapi ini sudah meletus 39 kali dalam sepekan terakhir. Status Gunung Ibu masih di Level II atau Waspada, dan wisatawan diminta menjauh dari kawasan kawah aktif.
PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia melaporkan kolom abu erupsi Gunung Ibu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut dan timur. Tinggi kolom abu mencapai 2.025 meter di atas permukaan laut. Erupsi masih berlangsung saat laporan aktivitas gunung api itu dibuat.
Pengamatan kegempaan pada 10 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT mencatat 104 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 15-28 milimeter dan lama gempa 33-86 detik. Selain itu, terekam 3 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-15 mm dan lama gempa 31-50 detik, serta 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6-8 milimeter dan lama gempa 32-38 detik.
Zona Berbahaya bagi Warga dan Wisatawan
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah. Imbauan juga mencakup perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif.
Bagi traveler yang sedang merencanakan perjalanan ke Maluku Utara, terutama ke kawasan Halmahera Barat, imbauan ini penting diperhatikan. Gunung Ibu merupakan salah satu tujuan pendakian populer di wilayah tersebut, namun kondisi vulkanik yang fluktuatif membuat akses ke area puncak dan kawah tidak selalu terbuka.
Gunung Ibu dan Peringkat Erupsi Nasional 2026
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia merekam 5.029 letusan atau erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur menempati posisi teratas dengan 1.951 kali letusan, disusul Gunung Ibu dengan 1.682 kali letusan.
Frekuensi erupsi Gunung Ibu yang tinggi menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia saat ini. Meski demikian, aktivitas vulkanik tidak selalu berarti kawasan wisata di sekitarnya tutup total. Beberapa titik observasi yang berada di luar radius berbahaya masih dapat dikunjungi dengan pengawasan petugas.
Aktivitas Wisata di Sekitar Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Barat menyimpan sejumlah destinasi alam yang bisa menjadi alternatif selama kawasan Gunung Ibu dibatasi. Wisatawan dapat mengarahkan perjalanan ke kawasan pesisir, desa-desa tradisional, serta titik snorkeling di perairan sekitar yang berada jauh dari zona erupsi.
Untuk informasi terkini soal status Gunung Ibu dan akses wisata, traveler disarankan memantau laporan resmi MAGMA Indonesia atau menghubungi dinas pariwisata setempat sebelum berangkat. Kondisi vulkanik dapat berubah cepat, sehingga rencana perjalanan sebaiknya bersifat fleksibel.
Tips Aman Berkunjung ke Kawasan Gunung Api Aktif
- Selalu cek status gunung api melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau situs resmi PVMBG sebelum berangkat.
- Patuhi radius aman yang ditetapkan, termasuk perluasan sektoral ke arah bukaan kawah.
- Siapkan masker atau kain penutup untuk mengantisipasi abu vulkanik yang terbawa angin.
- Ikuti arahan petugas pos pemantauan dan jangan memaksakan mendaki saat status meningkat.
- Pilih akomodasi dan aktivitas di luar zona berbahaya, misalnya di kawasan pesisir Halmahera Barat.
Durasi ideal untuk menjelajah kawasan sekitar Gunung Ibu adalah 2-3 hari, dengan satu hari penuh dialokasikan untuk aktivitas di luar zona rawan. Jika status vulkanik menurun, pendakian ke titik observasi biasanya baru dibuka kembali secara bertahap.