SUMATERA UTARA — Sebanyak 335 lulusan SMAN 2 Kota Cirebon berhasil diterima di perguruan tinggi negeri favorit dan Akademi Kepolisian. Capaian ini muncul setelah sekolah tersebut ditunjuk sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat. Berikut rincian faktanya.
SMAN 2 Kota Cirebon mencatat daya serap lulusan ke PTN yang cukup tinggi pada tahun ini. Dari total 382 murid, sebagian besar berhasil melanjutkan pendidikan ke kampus pilihan mereka. Berikut sejumlah fakta di balik capaian tersebut.
1. Status Sekolah Maung Jawa Barat
SMAN 2 Kota Cirebon ditunjuk sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat. Status ini membuat proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah tersebut berjalan lebih awal dibanding sekolah lain. Tahun ini, SMAN 2 memiliki 382 murid yang terbagi dalam 12 rombongan belajar (rombel), dengan maksimal 32 orang per rombel.
2. 335 Murid Diterima PTN dan Akpol
Dari jumlah tersebut, 335 lulusan diterima di berbagai PTN favorit serta Akademi Kepolisian (Akpol). Angka ini menunjukkan peningkatan daya serap lulusan ke perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.
3. 36 Murid Masuk Fakultas Kedokteran
Sebanyak 36 murid diterima di Fakultas Kedokteran sejumlah kampus ternama. Kampus tujuan mereka antara lain Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), hingga fakultas kedokteran universitas di Turki.
4. Prestasi Olimpiade Tingkat Provinsi dan Nasional
Kepala SMAN 2 Kota Cirebon Dr H Nendi SPd MM menyebut pembinaan murid berpotensi olimpiade jadi salah satu fokus sekolah. Pada 2024, sebanyak 24 murid lolos ke tingkat provinsi dan 7 orang berkiprah di tingkat nasional. Mereka membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu.
5. Peran Guru Pengajar dan Bimbingan Konseling
Nendi menilai capaian ini lahir dari kerja keras para guru, baik pengajar maupun pembimbing konseling. "Terimakasih Bapak Ibu Guru yang terus membimbing anak-anak. Semua prestasi ini bukan karena Kepala Sekolah. Tetapi, berkat Bapak Ibu Guru SMAN 2 Kota Cirebon," ujarnya kepada Radar, Senin (19/10).
Dari 382 murid, 335 di antaranya kini melanjutkan studi di PTN favorit dan Akpol. Pembinaan akademik serta pendampingan guru menjadi kunci di balik hasil tersebut.