Pencarian

Pos Gizi Tangsel 2026: Tujuh Fasilitas Baru untuk Cegah Stunting

Rabu, 21 Oktober 2026 • 12:34:31 WIB
Pos Gizi Tangsel 2026: Tujuh Fasilitas Baru untuk Cegah Stunting
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengumumkan penambahan tujuh pos gizi pada 2026 dalam konferensi pers di Serpong, Selasa (20/10/2026).

SUMATERA UTARA — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menambah tujuh pos gizi pada 2026 untuk memperluas pendampingan nutrisi ibu hamil dan anak berisiko stunting. Program yang berjalan sejak 2023 ini sudah menjangkau seluruh kecamatan, dan penambahan fasilitas baru diharapkan memperkuat edukasi gizi keluarga di wilayah Serpong, Ciputat, hingga Pamulang.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan rencana penambahan tujuh pos gizi dalam konferensi pers di Serpong, Selasa (20/10/2026). Pos gizi dinilai bukan sekadar tempat pembagian makanan tambahan, melainkan pusat edukasi bagi keluarga.

Sejak 2023, layanan pos gizi sudah tersebar di tujuh kecamatan: Serpong, Serpong Utara, Setu, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Pondok Aren. Penambahan tahun depan menjadi kelanjutan program yang telah berjalan tiga tahun.

Apa Itu Pos Gizi dan Siapa yang Dilayani?

Pos gizi adalah layanan berbasis kader kesehatan yang mendampingi keluarga sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh. Kader memberi edukasi soal asupan gizi harian, pola makan ibu hamil, dan pemantauan pertumbuhan anak.

Selain edukasi, pos gizi menyediakan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak yang membutuhkan perhatian khusus. Sasaran utamanya adalah anak yang dinilai berisiko atau sudah mengalami stunting.

“Lalu juga ada makanan tambahan, makanan bergizi yang kita berikan, sudah berjalan selama 3 tahun dan alhamdulillah sangat membantu sekali untuk para ibu-ibu yang membutuhkan, baik untuk ibu hamil maupun untuk anak-anaknya yang mengalami stunting,” ujar Pilar.

Mengapa Pendampingan Gizi Sejak Hamil Penting?

Seribu hari pertama kehidupan, sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, menjadi periode krusial pertumbuhan otak dan tubuh. Kekurangan gizi di masa ini sulit dikejar di kemudian hari.

Karena itu, pos gizi menyasar ibu hamil sebagai kelompok prioritas. Pendampingan lewat kader kesehatan membantu keluarga memahami kebutuhan nutrisi tanpa harus menunggu anak menunjukkan gejala stunting.

Program ini juga menyasar keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Dukungan makanan tambahan diharapkan meringankan beban mereka sekaligus menjaga asupan gizi ibu dan anak tetap terpenuhi.

Di Mana Tujuh Pos Baru Akan Dibangun?

Pemkot Tangsel belum merinci lokasi masing-masing pos baru. Penambahan tujuh pos pada 2026 belum tentu berarti satu pos di setiap kecamatan, karena lokasi masih perlu dipastikan lebih lanjut.

“Program pos gizi ini sudah ada di semua kecamatan se-Tangsel sejak 2023. Kita akan bangun tujuh pos gizi di Tangsel di tahun 2026 ini,” kata Pilar.

Meski begitu, perluasan layanan diharapkan memperkuat jangkauan edukasi dan pendampingan gizi masyarakat, terutama di wilayah padat penduduk.

Yang Perlu Ibu Perhatikan soal Gizi Anak

Pemenuhan gizi bukan hanya soal jumlah makan, tapi juga keragaman sumber protein, sayur, dan buah. Ibu bisa memantau berat dan tinggi badan anak secara rutin di posyandu terdekat.

Jika anak terlihat lesu, berat badan tidak naik dalam beberapa bulan, atau sering sakit, segera konsultasikan ke puskesmas. Kader pos gizi dan tenaga kesehatan bisa membantu mengevaluasi asupan harian anak.

Penambahan tujuh pos gizi di Tangerang Selatan pada 2026 menjadi langkah lanjutan dari program yang telah berjalan tiga tahun. Bagi ibu di wilayah Tangsel, layanan ini bisa menjadi tempat bertanya soal gizi kehamilan dan tumbuh kembang anak tanpa biaya.

Follow redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aktualtangerang.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks