SUMATERA UTARA — Fandango Sales resmi memegang seluruh hak distribusi internasional film "Galileo", drama komedi garapan sutradara Roan Johnson yang menempatkan Elio Germano sebagai ilmuwan Galileo Galilei. Film berbiaya 8 juta euro atau sekitar 9 juta dolar AS itu mulai diperkenalkan kepada pembeli internasional di ajang MIA Market, Roma. Pengambilan gambar utama sudah berjalan sejak akhir September dan dijadwalkan rampung November.
Fandango tidak hanya menjual hak internasional "Galileo" di MIA Market. Rumah produksi itu juga akan mendistribusikan film tersebut di bioskop Italia, sementara RAI Cinema dan HBO Max terlibat sebagai produser dan pemodal.
Proyek ini diproduksi Bibi Film bersama RAI Cinema dengan partisipasi HBO Max. Anggaran 8 juta euro menempatkan "Galileo" sebagai produksi kelas menengah serius di pasar film Eropa, bukan proyek kecil yang mencari perhatian lewat kontroversi.
Bukan Biopik Konvensional
Materi promosi "Galileo" menyebut film ini bukan biopik dengan format biasa. Pendekatannya digambarkan sebagai arus kesadaran yang merangkai masa lalu dan masa kini Galileo dalam satu alur.
Kisahnya membentang dari panggilan religius Galileo saat masih kanak-kanak, ketika ia dikirim ke sekolah biara Santa Maria di Vallombrosa setelah keluarganya pindah ke Florence pada 1574. Dari situ narasi bergerak ke masa kejayaannya di Universitas Padua, termasuk penemuan empat bulan terbesar Jupiter dan fase-fase Venus.
Bagian lain menyorot hubungannya dengan Marina Gamba, pasangan yang memberinya tiga anak. Puncaknya adalah pergulatan batin antara iman dan nalar, sebagaimana dirangkum sinopsis film.
Konfrontasi dengan Inkuisitor
Inti drama "Galileo" adalah adegan konfrontasi Germano dengan sang inkuisitor menjelang persidangan. Galileo diadili gereja terkait risalah "Dialogue Concerning the Two Chief World Systems", buku yang memaparkan kebenaran sistem Copernicus di atas Ptolemaic.
Lewat risalah itu Galileo untuk pertama kalinya membuktikan bahwa Bumi mengelilingi Matahari. Klaim tersebut membawanya berhadapan dengan otoritas gereja, dan film ini menjadikan momen itu sebagai jantung cerita.
Roan Johnson menulis sendiri naskah "Galileo". Sutradara kelahiran Inggris yang besar di Italia ini sebelumnya dikenal lewat "So Far So Good" yang meraih penghargaan penonton di Rome Film Festival 2014, drama kehamilan remaja "Piuma" yang berkompetisi di Venice, serta "Rider" yang juga tayang di Venice.
Johnson juga menyutradarai serial panjang Sky "I delitti del BarLume". Kombinasi pengalaman drama dan komedi itu sejalan dengan nada "Galileo" yang disebut menyeimbangkan keseriusan dan kejenakaan.
Elio Germano dan Rekam Jejaknya
Germano bukan nama baru di perfilman Italia. Ia meraih penghargaan akting tertinggi di Cannes lewat "Our Life" garapan Daniele Luchetti, modal kuat untuk membawa tokoh sejarah sebesar Galileo ke layar lebar.
Kepala penjualan dan akuisisi internasional Fandango, Raffaella Di Giulio, menyebut kisah Galileo melampaui batas negara. Menurutnya, film ini menyoroti perjuangan universal mengejar pengetahuan di hadapan kekuasaan yang mapan.
"Dengan Roan Johnson sebagai sutradara dan Elio Germano sebagai pemeran utama, film ini membawa tokoh sejarah yang dikenal global ke layar dengan sudut pandang segar, menyeimbangkan keseriusan dengan kejenakaan, melalui kisah yang tetap sangat relevan hingga kini," ujar Di Giulio.
Peluang di Pasar Internasional
Langkah Fandango memperkenalkan "Galileo" di MIA Market mengikuti pola distribusi film Eropa yang mencari pembeli internasional sejak tahap produksi. Ajang di Roma itu memang menjadi tempat bertemunya sales agent dan pembeli hak tayang dari berbagai negara.
Untuk pasar Asia, termasuk Indonesia, hak tayang "Galileo" belum diumumkan. Namun keterlibatan HBO Max dalam produksi membuka kemungkinan film ini mendarat di layanan streaming di sejumlah wilayah setelah rilis bioskop.
Produksi yang masih berjalan hingga November membuat "Galileo" kemungkinan baru tayang pada 2026 atau setelahnya. Fandango belum merilis tanggal tayang resmi untuk Italia maupun pasar global.
Di tengah derasnya biopik ilmuwan dan tokoh sejarah di layar lebar, "Galileo" mencoba jalur berbeda dengan menolak format kronologis kaku. Nama Germano dan pendekatan Johnson akan menjadi ujian apakah cerita abad ke-17 ini masih mampu menarik penonton lintas generasi.