SUMATERA UTARA — Finnish Film Affair ke-15 resmi ditutup di Helsinki dengan torehan 630 peserta terdaftar, angka tertinggi sepanjang sejarah ajang itu. Sebanyak 136 film dan 121 film pendek dari 80 negara diputar di lebih dari 20 seksi Festival Film Love & Anarchy, sementara total kehadiran penonton festival menyentuh 50.000 orang. Edisi kali ini menandai debut Nordic Genre Lab, program baru yang menyorot geliat film bergenre di kawasan Nordik.
Film bergenre horor, thriller, hingga drama keluarga mendominasi gelaran Finnish Film Affair (FFA) ke-15 yang berlangsung di Helsinki. Ajang industri yang menempel pada Festival Film Love & Anarchy itu menjadi titik temu produser, sales agent, dan eksekutif platform dari berbagai negara.
Nada edisi kali ini ditentukan oleh film pembuka "Nightborn" garapan Hanna Bergholm, sutradara yang dikenal lewat karya-karya bergenre. Dari situ, rangkaian panel membahas nilai pasar dan posisi film Nordik, ditutup masterclass XYZ Films soal perjalanan proyek Tommy Wirkola, "The Trip", yang bertransformasi menjadi "Over Your Dead Body" versi Hollywood.
Nordic Genre Lab Debut di Helsinki
Kepala FFA, Lydia Taylerson, menyebut gelaran tahun ini sebagai momentum tepat untuk merangkul film bergenre secara lebih terstruktur. Ia mengaku mendapat ide pembentukan Nordic Genre Lab dari Claire Willats (Two Magpies Entertainment, eks eksekutif Netflix) dan produser Finlandia Laura Laaksonen.
"Film dan serial bergenre jelas sedang naik, termasuk di Finlandia yang punya sejarah noir gelap dan quirky," kata Taylerson. Ia menambahkan bahwa program itu sekaligus menggantikan seksi "weird" di Love & Anarchy yang dinilai terlalu kabur sebagai konsep.
Pujian dari Eksekutif Internasional
Mike Runagall, managing director Altitude Film Sales yang berbasis di London, menyebut Helsinki sebagai pusat kreatif yang layak dikunjungi rutin. Ia pertama datang delapan tahun lalu untuk sebuah panel dan kini berencana mengirim timnya setiap tahun untuk memantau sejumlah proyek bergenre.
Sydney Brumfield dari Searchlight, yang bertugas sebagai juri Nordic Genre Lab, menilai kualitas proyek yang dipilih panitia sangat baik. Menurutnya, penyelenggara FFA berhasil menyaring proyek-proyek yang layak dipresentasikan ke pasar internasional.
Angka dan Capaian FFA 2026
FFA mencatat rekor 630 peserta terdaftar, dengan 220 pertemuan bisnis yang difasilitasi antara 45 pihak berbeda. Di sisi festival, 121 film pendek dan 136 film dari 80 negara diputar di lebih dari 20 seksi, sementara total kehadiran penonton mencapai 50.000 orang.
Pada pidato penutupan, kepala festival Pauliina Ståhlberg berterima kasih kepada peserta, mentor program Nordic Flair dan Nordic Genre Lab, serta para pakar yang mengisi 12 panel. "Kita semua butuh konten berbeda di fase hidup yang berbeda. Mari saling membantu menceritakan kisah yang beragam, tentang budaya yang beragam," ujarnya.
Pendanaan Industri Finlandia Tetap Stabil
CEO baru Yayasan Film Finlandia, Stuba Nikula, membuka rangkaian panel pada Rabu dengan kabar positif. Pemerintah Finlandia telah mengajukan anggaran 2027 ke parlemen, dan dana untuk industri film melalui yayasan itu diproyeksikan tetap di angka €23 juta atau sekitar 26,2 juta dolar AS per tahun.
Nikula juga menyebut implementasi Direktif AVMS Uni Eropa akan segera menambah pemasukan baru. Dana dari kewajiban pembayaran layanan streaming, yang diproyeksi mencapai €3,5 juta hingga €7 juta (4 juta sampai 8 juta dolar AS), akan dipungut pada 2027 dan disalurkan ke industri pada 2028.
Belajar dari Norwegia dan Sorotan Dana Uni Eropa
Perwakilan Norwegian Film Institute, Kjetil Omberg, menyoroti model bisnis produksi tunggal yang masih umum di kawasan Nordik. Menurutnya, pendanaan publik justru menurun, penundaan dari produser dan mitra pascaproduksi meningkat, sementara dana swasta nyata belum mengalir deras.
Omberg memperkirakan pendanaan ekuitas hanya menyumbang sekitar 1% dari total investasi film di Uni Eropa. Ia mendorong produser independen untuk lebih bertanggung jawab soal cerita yang dibuat dan siapa yang menjadi penontonnya.
Panel lain membahas berakhirnya Program Media Uni Eropa yang telah berjalan 35 tahun. Mulai 2027, dukungan audiovisual akan digabung dengan belanja budaya, media, dan masyarakat sipil di bawah payung Agora EU. Hugo Rosak (Karlovy Vary) dan Julie-Jeanne Regnault (European Producers Club) menyerukan industri untuk bersatu melobi agar infrastruktur film tetap terlindungi.
Penutupan FFA menegaskan posisi Helsinki sebagai simpul pasar film Nordik yang kian diperhitungkan, terutama saat film bergenre mulai mendapat ruang lebih besar di panggung internasional.