SUMATERA UTARA — ASUS ProArt P14 dan P16 membawa superchip NVIDIA RTX Spark N1X dengan Unified Memory 64GB dan 128GB, menjalankan model AI generatif sepenuhnya di laptop tanpa cloud. Keduanya resmi masuk Indonesia sebagai laptop kreator pertama dengan chip tersebut, menyasar agensi kreatif dan rumah produksi yang menangani file klien sensitif. Tapi soal harga dan daya tahan baterai saat beban AI penuh, masih perlu diuji lebih lama.
ASUS Indonesia mengumumkan kehadiran ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di pasar lokal. Keduanya bukan laptop kreator biasa: prosesor NVIDIA RTX Spark N1X di dalamnya menggabungkan 6144-core Blackwell RTX GPU dengan 20-core Grace CPU, dan mengklaim performa AI hingga 1 petaflop pada jalur FP4. Klaim itu yang jadi inti review ini.
Sebelum peluncuran, ASUS menjalankan pengujian internal pada ProArt P14 dengan ComfyUI Desktop build ARM64 lewat jalur CUDA. Model AI generatif dijalankan lokal, tanpa koneksi internet. Hasil pengujian itulah yang jadi bahan utama tulisan ini, ditambah data spesifikasi resmi kedua model.
Layar OLED 120Hz: Validasi PANTONE dan DCI-P3 Penuh
ProArt P14 memakai panel sentuh 14 inci resolusi 3K, sementara ProArt P16 membawa layar 16 inci UHD+. Keduanya memakai panel ASUS Lumina Pro OLED dengan refresh rate 120Hz dan cakupan 100% DCI-P3. Sertifikasi PANTONE dan kemampuan menampilkan 1,07 miliar warna menempatkan panel ini di level yang dibutuhkan untuk color grading.
Beda di sertifikasi HDR: ProArt P14 tersertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000, sedangkan ProArt P16 naik ke True Black 1400. Untuk kreator yang sering meninjau hasil generate AI di layar sebelum dikirim ke klien, akurasi warna di tahap ini menentukan berapa kali