MEDAN — Politikus yang juga menjabat Ketua DPW Partai Perindo Sumut itu menegaskan pemerintah tidak boleh hanya mengejar pembangunan fisik. Setiap proyek mesti tuntas tepat waktu, memenuhi standar teknis, dan berfungsi optimal melindungi warga. Desakan disampaikan di sela perayaan HUT ke-12 Perindo di Kantor DPW Perindo Sumut, Jalan Cut Nyak Dhien, Kota Medan, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Makmur, normalisasi sungai, pembangunan tanggul, penguatan tebing, dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air harus dikebut. Ia tidak ingin proyek yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru belum selesai saat banjir kembali datang.
"Pekerjaan normalisasi sungai, pembangunan tanggul, penguatan tebing sungai dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air harus dipercepat. Jangan sampai proyek yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru belum selesai ketika banjir kembali terjadi," ungkap Makmur.
Target Fisik Program Prioritas Pemprov Sumut 2026
Berdasarkan program prioritas Pemprov Sumut tahun 2026, infrastruktur pengendalian banjir mencakup tanggul sepanjang 3.100 meter, penguatan tebing sungai 3.195 meter, dan normalisasi sungai 19.300 meter. Pekerjaan tersebar di Langkat, Batubara, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Nias Selatan, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah penguatan tebing Sungai Batang Serangan di Kabupaten Langkat dengan anggaran Rp45 miliar dan rencana tanggul sepanjang 800 meter. Di Tapanuli Tengah, lingkup pekerjaan meliputi normalisasi sungai, tanggul, penguatan tebing, hingga pembangunan sabo dam untuk menahan material sedimen dari hulu.
Makmur meminta seluruh hambatan administrasi, pengadaan, teknis, dan koordinasi antarinstansi dituntaskan tanpa mengorbankan kualitas konstruksi maupun keselamatan pekerja.
"Anggaran yang sudah dialokasikan harus benar-benar diterjemahkan menjadi pekerjaan yang nyata di lapangan. Pemerintah perlu memastikan proyek berjalan sesuai jadwal dan masyarakat mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan," kata Makmur.
Peta Curah Hujan BMKG: 8 Wilayah Menengah, Nias hingga Tapanuli Tinggi
Peringatan percepatan proyek berkaitan dengan prediksi curah hujan bulanan BMKG untuk November 2026. Sejumlah wilayah Sumut diperkirakan berada pada kategori menengah, yakni 100–300 milimeter per bulan, mencakup Langkat, Deli Serdang, Kota Medan, Simalungun, Karo, Tapanuli Utara, Toba, dan sejumlah kabupaten/kota lain.
Kategori tinggi 300–500 milimeter per bulan diprediksi terjadi di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, serta beberapa wilayah Kepulauan Nias. BMKG juga memperkirakan musim hujan 2026/2027 mulai berlangsung di sebagian wilayah Indonesia pada November, dengan waktu awal yang berbeda-beda antar daerah.
Mitigasi Diminta Tak Menunggu Bencana Terjadi
Makmur meminta informasi BMKG dijadikan dasar memperkuat kesiapsiagaan, bukan sekadar peringatan rutin. Pemerintah perlu mengintegrasikan prakiraan cuaca dengan kondisi lapangan, terutama di daerah aliran sungai, permukiman bantaran sungai, lereng rawan longsor, dan wilayah beriwayat bencana.
Ia mendorong BPBD bersama pemerintah kabupaten/kota memeriksa kesiapan personel, peralatan evakuasi, jalur penyelamatan, tempat pengungsian, dan sistem peringatan dini. Pembersihan drainase dan saluran air juga diminta dilakukan berkala untuk menekan risiko genangan di kawasan perkotaan.
"Mitigasi tidak boleh menunggu bencana terjadi. Kita harus menggunakan waktu yang tersedia untuk memperbaiki infrastruktur, mempersiapkan personel, dan memastikan masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika kondisi darurat muncul," kata Makmur.
Ia menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir mesti disertai pengawasan ketat dan koordinasi lintas perangkat daerah. Organisasi perangkat daerah terkait diminta menyampaikan perkembangan setiap proyek secara terbuka, termasuk progres fisik, kendala lapangan, dan target penyelesaian.