MEDAN — Layanan bus perintis gratis menyasar pelajar di Asahan, Batubara, Padanglawas Utara, Samosir, dan Nias Utara. Kelima daerah itu dipilih karena minim angkutan umum dan jarak tempuh sekolah yang ekstrem.
Pemantauan penuh dilakukan sejak titik keberangkatan hingga siswa kembali ke rumah. Integrasi aplikasi Perintis Sumut dan perangkat pemantau memungkinkan pengawasan operasional dicek berkala.
Bagaimana CCTV Menjaga Pelajar di Perjalanan?
Bobby Nasution menyebut kehadiran bus gratis tidak sekadar meringankan biaya perjalanan. Keselamatan anak selama di jalan jadi prioritas utama.
"Bus yang dioperasikan telah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Anak-anak kita terpantau dari keberangkatan hingga kembali ke rumah. Kami minta pelajar turut menjaga fasilitas dan bersikap sopan selama menggunakan layanan," ujarnya.
Gubernur meminta para pelajar memanfaatkan fasilitas dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya sikap sopan selama menggunakan layanan.
Jarak Tempuh 25-29 Kilometer Jadi Alasan di Asahan
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengungkapkan sebagian siswa di wilayahnya menempuh perjalanan 25 hingga 29 kilometer ke sekolah. Kondisi itu membuat angkutan pelajar sangat dibutuhkan.
"Kami bersyukur Asahan mendapatkan enam unit angkutan untuk pelajar. Ini sangat membantu anak-anak sekolah, terutama yang tinggal jauh dari sekolah. Mudah-mudahan program ini membawa kebaikan dan meningkatkan mutu pendidikan," kata Taufik.
Asahan menerima enam unit dari total 33 armada yang disebar. Jumlah itu disesuaikan dengan kebutuhan pelajar di tiap daerah sasaran.
15 Rute, 12 Kecamatan, 2.128 Kilometer per Hari
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan memaparkan armada Toyota Hiace melintasi 15 rute strategis di 12 kecamatan. Total jarak yang ditempuh seluruh armada mencapai 2.128 kilometer setiap hari.
Pengawasan operasional dapat dipantau berkala lewat aplikasi Perintis Sumut. Aplikasi itu menjadi kanal pemantauan bagi dinas dan pihak sekolah.
Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen memperluas jangkauan layanan transportasi ramah pelajar secara bertahap. Targetnya mencakup 18 kabupaten pada tahun 2029.
Perluasan itu diarahkan untuk meratakan akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok daerah. Tahapan perluasan akan mengikuti kesiapan armada dan rute di tiap kabupaten.